Doa Belum Terkabul? Tuhan Tahu yang Kita Butuhkan

  • 06 Sep 2026 20:13 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Tuhan mengetahui apa yang dibutuhkan manusia, bahkan sebelum manusia mampu mengungkapkannya melalui kata-kata. Ada begitu banyak hal yang kita inginkan, kita doakan, dan kita perjuangkan dalam hidup. Namun, tidak semua yang kita inginkan benar-benar menjadi sesuatu yang terbaik bagi kita. Tuhan melihat sesuatu yang tidak mampu kita lihat, mengetahui sesuatu yang belum kita pahami, dan memahami jalan hidup kita jauh lebih dalam daripada diri kita sendiri.

Pesan tersebut disampaikan dalam ibadah di Gereja Rahayu Bulusoban, Pare, Kediri. Pendeta Pdt. Sudi Perdamaian mengingatkan jemaat untuk memahami bahwa Tuhan mengetahui apa yang dibutuhkan manusia, bukan sekadar mengabulkan setiap keinginan manusia. Menurutnya, dalam kehidupan ini Tuhan memiliki rencana dan pertimbangan yang jauh lebih luas daripada apa yang dipikirkan manusia.

“Dalam kehidupan ini Tuhan mengetahui apa yang dibutuhkan manusia sehingga Tuhan hanya memberi yang dibutuhkan,” katanya, Minggu (6/9/2026).

Terkadang manusia merasa kecewa ketika doa yang dipanjatkan belum juga terwujud. Berbagai pertanyaan muncul ketika harapan belum sesuai dengan kenyataan. Namun, keadaan tersebut tidak selalu berarti Tuhan tidak mendengar doa manusia. Bisa jadi, penundaan itu merupakan bagian dari proses yang sedang dipersiapkan untuk memberikan sesuatu pada waktu yang tepat.

Tuhan dapat mempersiapkan waktu, keadaan, bahkan hati manusia agar mampu menerima sesuatu yang telah disiapkan. Karena itu, manusia perlu belajar bersabar dan tidak terburu-buru menilai bahwa sesuatu yang belum diperoleh merupakan sebuah kegagalan. Setiap proses kehidupan dapat memiliki makna yang baru dipahami setelah semuanya dilalui.

Ada kalanya manusia memohon agar sebuah pintu dibukakan, tetapi Tuhan justru menutupnya. Saat itu, seseorang mungkin merasa kehilangan dan menganggap kehidupannya tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Padahal, pintu yang tertutup bisa saja menjadi cara Tuhan untuk menjauhkan manusia dari sesuatu yang dapat melukai, mengecewakan, atau membawa pada jalan yang tidak semestinya.

Dalam perjalanan hidup, manusia sering kali hanya melihat apa yang ada di depan mata. Kita menilai kebahagiaan berdasarkan apa yang dimiliki hari ini, sementara Tuhan mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Karena itu, sesuatu yang menurut manusia baik belum tentu menjadi yang terbaik menurut Tuhan. Demikian pula sesuatu yang terasa berat bisa menjadi bagian dari proses untuk membentuk kesabaran, kekuatan, dan kedewasaan.

Melalui pesan tersebut, umat diajak untuk terus berusaha, berdoa, dan percaya kepada Tuhan dalam menjalani kehidupan. Tidak semua yang diinginkan harus diperoleh, karena Tuhan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan manusia. Dengan keyakinan tersebut, setiap penantian, kehilangan, maupun perjalanan hidup dapat dijalani dengan lebih sabar dan penuh pengharapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....