Mengatasi Ketakutan dalam Perspektif Agama Kristen
- 13 Sep 2026 17:27 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Mengatasi rasa takut dalam perspektif agama Kristen berakar pada hubungan yang erat dengan Tuhan, pemahaman terhadap firman-Nya, serta pengandalan penuh kepada kasih dan kuasa Tuhan. Rasa takut merupakan bagian dari pergumulan manusia dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Pendeta Zeth Monim dalam khotbahnya di Gereja Silang, Bukit Sion Nobo, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mengingatkan jemaat agar tidak dikuasai rasa takut ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
| Baca juga: Warisan Kekal Janji Hidup Bersama Allah |
“Sebagai umat Tuhan jangan takut, karena Tuhan akan bersama umat-Nya,” katanya, Minggu, 13 September 2026
Menurutnya, keyakinan bahwa Tuhan selalu hadir dan memberikan pertolongan menjadi dasar penting bagi umat Kristen untuk menghadapi berbagai tantangan.
Alkitab mencatat banyak ajaran yang mengingatkan umat untuk tidak takut. Hal tersebut menunjukkan bahwa rasa takut merupakan sesuatu yang manusiawi, namun umat percaya diajarkan untuk tidak membiarkan ketakutan menguasai kehidupan.
Dalam iman Kristen, rasa takut dapat dihadapi dengan membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan melalui doa, membaca dan merenungkan firman Tuhan, serta percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai umat-Nya dalam setiap keadaan.
Ia juga mengajak jemaat untuk menyerahkan setiap kekhawatiran dan persoalan yang dihadapi kepada Tuhan melalui doa. Dengan tetap berpegang pada iman dan firman Tuhan, umat diharapkan mampu menemukan ketenangan hati serta kekuatan untuk menghadapi berbagai situasi yang menimbulkan rasa takut.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi umat Kristen bahwa dalam menghadapi ketakutan, manusia tidak berjalan sendirian. Kepercayaan kepada penyertaan dan pertolongan Tuhan diharapkan dapat menumbuhkan keberanian, pengharapan, serta keteguhan iman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....