Pendidikan Karakter Anak Harus Dimulai dari Rumah
- 22 Jun 2026 07:42 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Pendidikan karakter menjadi salah satu isu penting yang perlu mendapat perhatian serius di tengah berbagai persoalan perilaku generasi muda. Fenomena anak yang berani kepada orang tua, kecanduan gawai, hingga terlibat perundungan kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua, meskipun anak telah menempuh pendidikan di sekolah berbasis Islam.
Dalam kajian mengenai pendidikan karakter, Dr. Usth. Rohmah Istiqomah, M.Pd.I, selaku Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang, menegaskan bahwa sekolah memang memiliki peran penting dalam proses pendidikan anak. Namun, menurutnya, pembentukan karakter yang paling mendasar justru dimulai dari lingkungan keluarga.
“Tempat pertama yang membentuk karakter anak berangkat dari rumah. Guru pertama bagi anak adalah ayah dan ibunya. Karena itu, ketika berbicara tentang pendidikan karakter, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang suasana di rumah, hubungan orang tua dan anak, kebiasaan keluarga, serta keteladanan yang dicontohkan orang tua,” ujarnya kepada RRI, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa Islam telah memberikan pedoman yang jelas mengenai tanggung jawab orang tua melalui firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6 yang memerintahkan orang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Menurutnya, tanggung jawab orang tua tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga menjaga akhlak, perilaku, dan keimanan mereka.
Ustazah Rohmah menilai masih banyak orang tua yang lebih khawatir ketika anak memperoleh nilai akademik rendah dibandingkan saat anak mulai kehilangan sopan santun atau berkata kasar. Padahal, dalam pandangan Islam, pendidikan akhlak dan karakter merupakan pondasi utama yang harus dibangun sejak dini.
Ia juga mencontohkan pendidikan yang dilakukan Luqman kepada anaknya sebagaimana tercantum dalam Surah Luqman ayat 13. “Pendidikan yang diberikan Luqman tidak dimulai dari pertanyaan tentang prestasi sekolah, tetapi tentang keimanan kepada Allah. Karakter yang kuat harus dibangun dari pondasi iman yang kuat. Anak yang mengenal Allah akan belajar jujur karena merasa selalu diawasi oleh-Nya,” tuturnya
Lebih lanjut, Ustazah Rohmah menerangkan bahwa nilai-nilai karakter juga terkandung dalam nasihat Luqman tentang mendirikan salat, mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan bersabar. Menurutnya, salat mengajarkan kedisiplinan, amar ma’ruf membentuk kepedulian sosial, sedangkan kesabaran melatih ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ustazah Rohmah mengingatkan bahwa keteladanan dan kasih sayang merupakan metode pendidikan karakter yang paling efektif, terutama di era digital saat ini. “Anak-anak lebih banyak meniru daripada mendengar. Karena itu, warisan terbaik dari seorang ayah dan ibu bukan hanya harta, melainkan pendidikan akhlak yang baik. Orang tua tidak cukup hanya memberikan fasilitas, tetapi juga harus hadir mendampingi dan membimbing anak agar tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....