Guyub Rukun Warga Kediri Rawat Pamuksan Sri Aji
- 15 Jun 2026 20:57 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Suasana di kawasan Pamuksan Sri Aji Joyoboyo, Kediri, mendadak hangat pada Senin 15 Juni 2026. Ratusan orang dari berbagai latar belakang mulai dari pegiat budaya hingga warga biasa tampak duduk melingkar di atas tikar, menyantap hidangan yang disajikan secara gotong royong.
Aksi makan bersama ini bukan sekadar jamuan siang biasa. Ini adalah penutup dari rangkaian panjang kerja bakti membersihkan petilasan agung yang disakralkan banyak orang tersebut.
"Semua makanan ini hasil urunan warga dan komunitas. Tidak ada yang mendominasi, semua menyatu di sini," ujar Hartono, panitia kegiatan dari Desa Menang, Kecamatan Pagu.
Di balik sederhana dan akrabnya suasana siang itu, tersimpan semangat pelestarian warisan leluhur yang kian langka. Bagi para peserta, membersihkan Pamuksan Sri Aji Joyoboyo bukan hanya soal fisik, melainkan bentuk "nguri-uri" budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Namun, kegiatan hari ini ternyata hanyalah "pemanasan".
Saat matahari mulai condong ke barat, kawasan ini justru akan kembali riuh. Masyarakat dijadwalkan berkumpul kembali pada pukul 15.00 WIB untuk agenda yang lebih sakral: menyambut datangnya 1 Muharam.
Tak sekadar berdoa, momen pergantian tahun Islam ini bakal diisi dengan ritual kenduri khusus. Ada doa-doa yang dipanjatkan untuk refleksi diri sekaligus harapan agar nilai-nilai gotong royong di tanah Kediri tak lekang oleh zaman.
Apa yang membuat ritual 1 Muharam di Pamuksan Joyoboyo selalu dinanti banyak orang setiap tahunnya? Dan pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan warga kepada generasi muda melalui tradisi makan bersama ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....