Evaluasi Amal sebagai Momentum Muhasabah Akhir Tahun Hijriah

  • 05 Jun 2026 19:10 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Evaluasi Amal sebagai Momentum Muhasabah Akhir Tahun Hijriah
  • Buka lembaran tahun baru mendatang dengan perencanaan ibadah

RRI.CO.ID, Kediri – Pergantian tahun Hijriah bukan sekedar ditandai dengan momentum perayaan atau upacara adat yang sakral, namun juga alarm bagi umat Muslim untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan bermuhasabah diri. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Muhammad Yusuf dalam Khotbah Jum’at di Masjid Al-Mursyid, Kota Kediri, Jawa Timur, Jum'at, 5 Juni 2026.

“Dalam melakukan evaluasi di penghujung tahun Hijriah, ada tiga hal utama yang harus kita koreksi pada diri sendiri,” kata Ustaz Yusuf di awal khotbahnya. “Pertama, evaluasi ibadah wajib dan sunnah, kedua, evaluasi dosa dan maksiat, dan yang ketiga adalah evaluasi pemanfaatan waktu dalam hidup kita selama ini,” ujarnya.

Menghisab diri sendiri sebelum kelak amal manusia dihisab dan menimbang amal sendiri sebelum seluruh amalan manusia ditimbang nantinya di akhirat merupakan perintah yang pernah disampaikan oleh Sahabat Umar bin Khattab RA. Hanya Allah SWT dan manusia itu sendiri yang mengetahui hasil evaluasi amal masing-masing.

“Bagaimana salat lima waktu kita? Seringkah kita berjamaah di masjid? Bagimana tilawah Al-Qur’an kita? Sudahkah kita bertobat dari dosa-dosa maksiat? Apakah waktu yang kita lewati habis untuk menyiapkan bekal akhirat, ataukah hanya sibuk mengejar dunia?” ucap Ustaz Yusuf, Jum’at siang.

Setiap individu pasti memiliki proses dan hasil muhasabah yang berbeda-beda satu sama lain. Jika hasilnya menunjukkan bahwa seseorang memiliki amal dan perbuatan baik, maka ia harus melakukan sujud syukur, mempertahankan keimanan dan ketakwaan, dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

Begitu pula sebaliknya, ketika seseorang merasa bahwa hasil muhasabah dirinya masih dipenuhi dengan maksiat yang mendominasi, maka tidak ada lagi pilihan lain selain menangis, menyesal, memohon ampunan Allah SWT di sisa waktu yang ada dan merealisasikannya dengan taubatan nasuha.

“Mari kita tutup tahun Hijriah dengan memperbanyak istigfar atas segala kekurangan kita. Kita buka lembaran tahun baru yang akan datang dengan tekad dan perencanaan ibadah yang lebih berkualitas. Semoga Allah SWT menerima amal saleh kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan membimbing kita menjadi hamba yang bertakwa di masa depan,” kata Ustaz Yusuf mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....