Kejujuran Hati Nurani, Berhenti Membohongi Diri Sendiri

  • 13 Mei 2026 08:16 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Kejujuran merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim yang berakar langsung dari hati nurani. Ustaz Mansur, S.T., M.T., Pengasuh Majlis Ta’lim Nur Arofah Kota Kediri, menegaskan bahwa apa yang disampaikan dan dijalani oleh Nabi Muhammad SAW adalah sebuah kesatuan karena bersumber dari hati yang murni.

Ketika seseorang berbuat jujur, hati nurani akan memerintahkan seluruh anggota tubuh untuk menunaikan kebaikan secara selaras. Ustaz Mansur mengutip sabda Rasulullah bahwa kejujuran adalah jalan menuju kebajikan yang pada akhirnya akan membawa manusia ke surga dan kemudahan hidup di dunia.

Sebaliknya, kebohongan adalah pintu masuk bagi perbuatan kotor lainnya yang menjerumuskan manusia ke dalam kesengsaraan. "Wajib bagi kamu untuk berbuat jujur, karena kejujuran itu akan membawa kearah kebajikan," ujar Ustaz Mansur dalam kajiannya di RRI, Rabu, 13 Mei 2026.

Lebih lanjut, Ustaz Mansur menjelaskan bahwa setiap tindakan bohong pada dasarnya adalah upaya membohongi diri sendiri. Hati nurani setiap manusia pada hakikatnya mengetahui kebenaran dan akan merasa resah ketika ucapan atau perbuatan mengandung kedustaan.

Meskipun sebuah kebohongan mungkin bisa menyelamatkan seseorang dari pandangan manusia di dunia, hal itu tidak akan pernah bisa menyelamatkannya di akhirat kelak. Ustaz Mansur juga menyoroti bagaimana perbuatan dosa besar seperti zina dan judi sering kali diawali dan ditutupi dengan rangkaian kebohongan.

Manusia sering kali mencari dalih duniawi atau mengikuti tren yang salah untuk menjustifikasi perbuatan buruknya, meskipun hati kecilnya menolak. "Semua perbuatan dosa itu, nurani atau hati itu tahu, tapi nafsu sering membohongi hati kita sendiri. Sebetulnya kita tahu, ada konflik dalam hati, tapi kebanyakan manusia memilih sebaliknya" ucapnya.

Dalam aspek ketauhidan, membohongi diri sendiri juga terjadi ketika manusia mengingkari pencipta-Nya dengan melakukan perbuatan syirik, seperti mengunjungi dukun. Padahal, secara logika dan nurani, manusia menyadari bahwa dunia ini memiliki pencipta, namun nafsu sering kali melawan nurani tersebut demi kepentingan sesaat. Ketidaksinkronan antara hati dan perbuatan inilah yang menjadi akar dari segala keburukan dan kerugian bagi diri sendiri.

Dampak dari kebiasaan membohongi diri sendiri ini ternyata merambah hingga ke masalah psikis dan kualitas ibadah seseorang. Orang yang tidak jujur pada nuraninya cenderung mudah marah, merasa malas dalam beraktivitas, hingga kehilangan kekhusyukan dalam beribadah.

Ustaz Mansur mengingatkan bahwa keresahan batin akan selalu membayangi siapa saja yang memaksakan diri melakukan perbuatan dosa meskipun hati nuraninya meronta. Sebagai solusi, Ustaz Mansur membagikan langkah praktis agar manusia bisa kembali jujur pada diri sendiri, yaitu dengan meningkatkan takwa dan berkumpul dengan orang-orang saleh. Selain itu, manusia harus sering meminta petunjuk dari nuraninya sendiri serta terus berdoa memohon bimbingan Allah.

"Caranya gimana agar tidak membohongi diri sendiri dan berusaha jujur kepada diri sendiri? Dengan bertaqwa, berkumpul dengan orang jujur, meminta fatwa nurani kita, dan selalu mohon bimbinganNya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....