Ujian Kehidupan Tidak Akan Melemahkan dan Membinasakan

  • 09 Mei 2026 04:54 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Ujian kehidupan tidak akan melemahkan
  • Ujian kehidupan tidak akan membinasakan
  • Meyakini takdir Allah membawa kebaikan

RRI.CO.ID, Kediri – Ujian kehidupan sejatinya berfungsi sebagai filter atau penyaring untuk meningkatkan kualitas diri seseorang, bukan justru melemahkan atau bahkan membinasakan manusia. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Nur Adi Septanto, Sekretaris PW PERSIS Jawa Timur, dalam Program ‘Mutiara Pagi’ Berjaringan se-Korwilnus X Jatim, Jum’at, 8 Mei 2026.

“Jangan pernah berpikir bahwa ujian akan membuat kita lemah dan binasa. Tidaklah musibah sederhana menimpa seorang mukmin meski hanya tertusuk duri, tanpa Allah menghapus dosa manusia itu,” kata Ustaz Adi, sapaan akrabnya.

Menurutnya, ujian berfungsi untuk membedakan mana manusia yang benar-benar tangguh dan mana yang lemah.

Seperti emas yang harus dibakar dalam waktu yang lama untuk mencapai kemurnian, seperti itulah manusia akan senantiasa diuji oleh Allah SWT untuk mematangkan karakter dan mentalnya. Dengan kesabaran dan keteguhan hati, proses penyelesaian ujian hidup justru diharapkan membentuk struktur keimanan dan ketakwaan yang lebih kokoh tak tergoyahkan.

Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 286 disebutkan bahwa beban dan ujian kehidupan tidak akan pernah melebihi batas kemampuan manusia yang memikulnya. Setiap tahapan ujian kesulitan yang berhasil dilalui akan menjadi batu loncatan untuk mencapai derajat kehidupan dan kebijaksanaan yang lebih tinggi.

“Kepasrahan tertinggi adalah ketika seseorang ikhtiar tanpa henti, berbuat ikhsan, bersih dari kepentingan duniawi. Ujian hidup tidak akan membuat manusia mudah bersedih karena mereka tahu bahwa segala sesuatunya sudah ditentukan oleh Allah,” ujar Ustaz Adi seraya menegaskan bahwa Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-NYA dengan cara memberkan ujian.

Di pertengahan segmen syi’ar Islam, Ustaz Adi kembali mengingatkan untuk tidak sekali-sekali menyalahkan Allah SWT dan merespon negatif atas setiap ujian hidup yang dialami. Meyakini bahwa Allah telah menjadikan kehidupan sebagai tempat ujian kenikmatan maupun kesusahan adalah solusi agar manusia menerima segala ketentuan-NYA.

“Ikhtiar adalah bagian dari tawakal dan hasilnya muncul sebagai takdir Allah yang harus dihadapi dengan ikhlas, sabar, dan tabah. Mari kita yakini bahwa takdir dan ujian kehidupan yang dihadirkan oleh Allah SWT akan selalu membawa kebaikan,” ucap Ustaz Adi dalam closing statement singkatnya, Jum’at pagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....