Syariat Islam yang Samahah: Pentingnya Keluwesan dalam Beragama
- 05 Mei 2026 06:59 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Agama Islam pada dasarnya berdiri di atas filosofi yang sangat luwes, toleran, dan memudahkan umatnya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Hal ini ditegaskan oleh Ustaz Muhammad Arwani, S.Pd.I., Pengasuh PP Mazro'atul Ulum Plumpungrejo, Kandangan, Kabupaten Kediri.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai syariat yang samahah atau luwes harus didasari oleh pondasi akidah yang kuat.
Dalam analoginya, Ustaz Muhammad Arwani menggambarkan hubungan antara keyakinan dan tata cara ibadah sebagai satu kesatuan bangunan yang utuh. Ia menyebutkan bahwa akidah merupakan pondasi utama, sementara syariat adalah tembok yang berdiri di atasnya.
"Akidah itu pondasi dan syariat itu temboknya. Agama Islam itu sebenarnya didasari pada sebuah filosofi agama yang luwes dan sangat toleran atau mudah," ujar ustaz Arwani dalam kajian mutiara pagi, Selasa, 05 Mei 2026.
Lebih lanjut, Ustaz Arwani menjelaskan posisi Islam yang berada di tengah-tengah antara ajaran agama terdahulu, seperti Yahudi dan Nasrani. Keluwesan Islam nampak pada aturan-aturan yang sangat manusiawi dan menghargai martabat manusia dalam berbagai kondisi. Ustaz Muhammad Arwani memberikan contoh nyata mengenai sikap seorang suami terhadap istri yang sedang mengalami udzur atau menstruasi.
Menurutnya, Islam tidak mengajarkan untuk menjauhi perempuan dalam kondisi tersebut, melainkan tetap memberikan kasih sayang. "Islam menganjurkan jangan dijauhi istrinya ketika udzur atau menstruasi, itu termasuk samaahah, malah disayang dan didekati. Itu adalah contoh Islam yang luwes," ucapnya.
| Baca juga: Al-Qur'an Menuntun Kita Berbuat Benar |
Hal ini membedakan Islam dengan pemahaman kaku yang mungkin ada di masa lalu.
Keluwesan syariat juga terlihat dalam proses belajar ibadah, seperti pelaksanaan salat lima waktu bagi mereka yang baru mendalami agama. Seseorang yang di masa kecilnya belum memahami salat dengan sempurna, diberikan ruang untuk terus memperbaiki diri dan bertaubat seiring bertambahnya usia. Hal ini menunjukkan bahwa Islam menghargai proses pertumbuhan spiritual setiap individu tanpa memberikan beban yang melampaui batas kemampuan.
Ustaz Arwani menekankan bahwa kemudahan syariat dapat dirasakan jika seseorang telah menata I’tikad atau keyakinan batinnya dengan benar. "Islam itu sangat toleran, agama Islam itu mudah, yang penting akidah kita tata. Jika sudah punya I’tikad yang kuat, maka kita bisa lakukan syariat Islam yang luwes dan mudah," tambahnya.
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa agama menjadi penghambat bagi umatnya dalam beraktivitas.
Ustaz Arwani menyayangkan adanya pemahaman kurang akurat yang memandang Islam sebagai agama yang mempersulit ruang gerak umat. Padahal, prinsip samahah hadir untuk memastikan bahwa agama menjadi rahmat dan solusi dalam setiap lini kehidupan.
Melalui pemahaman yang benar, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan syariat dengan hati yang tenang, toleran, dan penuh kedamaian di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....