Bersikap Elegan dan Menjaga Akhlaq dalam Lingkungan Toxic
- 04 Mei 2026 10:30 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Bersikap elegan dan menjaga akhlak di lingkungan toxic
- Membuktikan kematangan iman dan kekuatan karakter
- Membalas keburukan dengan kebaikan
RRI.CO.ID, Kediri – Bersikap elegan dengan tetap menjaga akhlaq ketika berada dalam lingkungan toxic (red. memberikan dampak buruk dan negatif) merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh umat Muslim. Hal ini disampampaikan oleh Ustaz Faishal Al Ghifari, Ketua Yayasan Nurhafa Husnul Khatimah, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 4 Mei 2026.
“Seringkali kita disakiti dan direndahkan oleh orang-orang sekitar kita. Dalam Surah Al Muzamil Ayat 10 disampaikan, bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan, dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik,” kata Ustaz Fais, sapaan akrabnya melalui unggahan video pendek di reel Official Instagram pribadinya @faishalagh_.
Memilih untuk tetap elegan dalam lingkaran lingkungan toxic menurut perspektif Islam bukan berarti lemah, namun justru membuktikan kematangan iman dan kekuatan karakter sebagai perwujudan akhlaq al-karimah. Perilaku sabar menjadikan seseorang mampu menjaga martabat diri dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan.
“Pilihan pertama adalah terus bergaul dan berusaha bersabar dengan ucapan serta perlakuan mereka meskipun tidak mengenakkan” ujar Ustaz Fais. “Jika tidak sanggup dengan pilihan pertama, kita bisa ambil pilihan kedua yakni dengan cara meninggalkan mereka dengan cara-cara elegan tanpa membalas, mencaci, dan menaruh dendam kepada mereka,” ucapnya.
Dalam Islam, kemenangan elegan akan diraih manakala kita tidak terlarut dan ikut menjadi bagian dari lingkungan toxic, melainkan merespon sesuatu yang buruk dengan hal yang lebih baik agar tidak menciptakan permusuhan. Jika hal ini mampu mengubah pertikaian menjadi perdamaian, maka pahala dan manfaatnya akan tetap mengalir.
Tersulut emosi dan membalas perilaku toxic dengan menjadi toxic sama halnya membiarkan diri sendiri terlarut dan hancur dalam pengaruh negatif. Islam selalu mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukanlah membalas keburukan dengan keburukan, namun lebih mengutamakan manajemen emosi serta pengendalian diri demi menjaga martabat.
Melalui closing statement singkatnya, Ustaz Fais menegaskan bahwa menjauh dengan cara elegan bukan berarti memutus silaturahmi, melainkan menarik diri secara bijak agar tidak terpengaruh hal buruk, menjaga kesehatan mental dan iman. “Semoga Allah menganugerahkan lingkungan sehat yang bisa membersamai kita selalu dalam jalan kebaikan,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....