Menyeting Diri sebagai Pribadi Kokoh Iman dan Prinsip
- 01 Mei 2026 06:41 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Menyeting diri sebagai pribadi kokoh iman dan prinsip
- Kuat dan kokoh dalam bertauhid dan beriman
- Mutiara Pagi Berjaringan Korwilnus X Jawa Timur
RRI.CO.ID, Kediri – Menyeting diri sebagai pribadi yang kokoh iman dan prinsip agar tidak terseret arus globalisasi adalah kewajiban setiap umat Muslim. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Ahmad Said Samsuri, Kasi Pais Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam Program Mutiara Pagi Berjaringan Korwilnus X Jatim, Jum’at, 1 Mei 2026.
“Melalui Surah Al-Maidah Ayat 105, kita diperintahkan untuk menjaga, memelihara, dan memperbaiki diri,” kata Ustaz Said, sapaan akrabnya, melalui mukadimah singkatnya. “Ketika kita sudah kuat dan kokoh dalam bertauhid dan beriman, maka kita tidak akan terseret arus dan tidak akan tercabik-cabik oleh orang-orang yang menyesatkan,” ujarnya.
Memperkokoh keimanan, ketakwaan, akidah, dan amaliah adalah kewajiban seluruh umat Muslim di seluruh dunia dengan berbagai latar belakang dan strata sosial. Menjadi hamba Allah yang kokoh secara individual, tidak terombang-ambing seiring kemajuan zaman, dan kuat pendirian, adalah satu keniscayaan diri.
Pada saatnya nanti, manusia akan sampai pada satu zaman dimana orang yang bodoh justru menjadi role model atau panutan, hawa nafsu atau syahwat dengan mudahnya diikuti, orang-orang menjadi materialistis mementingkan duniawi, dan lebih mementingkan pendapatnya sendiri. Menjaga diri dengan memperkuat benteng pertahanan tentu menjadi hal prinsip.
“Menyeting diri kita sebagai orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah adalah sesuatu yang tidak boleh berhenti kita lakukan. Hanya Allah tempat kita mengembalikan semua amal dan perbuatan sebagai bentuk pertanggungjawaban nantinya,” ucap Ustaz Said seraya mengingatkan kembali agar manusia menjaga diri dan keluarga agar dijauhkan dari api neraka.
Di tengah arus perkembangan digitalisasi modern, kaum Muslimin menghadapi tantangan tersendiri dalam memperkokoh individualisme berprinsip, beriman, dan bertakwa, demi untuk memperkuat prinsip serta akidah supaya tidak terseret pada kondisi zaman yang semakin tidak menentu.
Memasuki akhir sesi syi’ar Islamnya, Ustaz Said kembali mengajak masyarakat untuk senantiasa memperkuat iman dan prinsip masing-masing. “Kita ibarat memiliki videotron yang nantinya akan dipertontonkan kepada seluruh khalayak ketika berada di akhirat nanti. Semoga ini menjadi motivasi agar kita selalu mengingat hari akhir,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....