Ustaz Arwani: Akidah Rahmatan Lil Alamin Kunci Ketenangan Jiwa
- 30 Apr 2026 07:54 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Umat Islam saat ini dihadapkan pada tantangan munculnya pemahaman akidah yang cenderung membenturkan diri dengan tradisi lokal demi tujuan yang tidak selaras dengan syariat. Menanggapi fenomena tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Mazro'atul Ulum Kandangan, Kediri, Ustaz Muhammad Arwani, S.Pd.I., menekankan pentingnya memahami hakikat akidah sebagai keyakinan hati yang kokoh.
Menurutnya, akidah adalah kondisi iman yang sudah tidak menyisakan keraguan sedikit pun, sehingga menjadi fondasi utama sebelum seseorang menjalankan syariat atau amal perbuatan. Ustaz Arwani mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik mengkafirkan sesama muslim hanya karena perbedaan tradisi keislaman yang bukan bersifat wajib, seperti acara slametan atau teknis pembayaran zakat.
Ia menegaskan bahwa dalam prinsip akidah, jauh lebih baik keliru menganggap seseorang beriman daripada keliru menjatuhkan vonis kafir kepada sesama saudara seiman. "Alangkah celakanya ketika kita mengkafirkan saudara kita yang seiman hanya karena beberapa tradisi keislaman yang ada," ucapnya dalam kajian di RRI, Kamis, 30 April 2026.
Dalam kajian tersebut, dirumuskan bahwa inti dari akidah adalah keimanan pada rukun iman yang meliputi wujud Allah, rasul, malaikat, kitab-kitab-Nya, hari kiamat, serta qada dan qadar. Di luar hal-hal fundamental tersebut, umat Islam dituntut untuk berperilaku toleran terhadap perbedaan yang bersifat cabang atau tradisi lokal.
“Sikap inilah yang menjadi kunci utama bagaimana seorang muslim dapat benar-benar mengamalkan nilai Islam yang rahmatan lil ’alamin atau rahmat bagi semesta alam di tengah kemajemukan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Arwani memaparkan bahwa pemahaman akidah yang kuat akan membawa dampak besar pada perilaku sehari-hari, di mana setiap kewajiban agama akan terasa mudah untuk dijalankan. Iman yang mendalam secara otomatis akan melahirkan ketenangan jiwa dan membentuk pribadi yang taat tanpa merasa terbebani oleh aturan syariat.
"Ketika kita benar-benar memahami akidah Islam yang kuat, kita akan mendasarkan segala tindakan pada iman, sehingga semua kewajiban akan dilakukan dengan mudah," katanya.
Selain ketenangan batin, lanjutnya, akidah yang benar juga berfungsi sebagai tameng utama dalam menghindari berbagai bentuk penyimpangan moral maupun pemahaman radikal. Dengan memiliki pegangan yang teguh pada prinsip tauhid yang menyejukkan, seorang muslim tidak akan mudah terprovokasi oleh ajaran-ajaran yang bertujuan merusak keharmonisan sosial. Hal ini menjadi krusial di era informasi sekarang, di mana banyak narasi yang mencoba mengoyak persaudaraan umat dengan dalih pemurnian akidah yang sempit.
Ustaz Arwani berpesan bahwa hidup yang dilandasi akidah yang benar akan senantiasa penuh dengan keberkahan. Berkah dalam pandangan Islam tidak selalu identik dengan jumlah yang banyak, melainkan perasaan cukup dan manfaat yang dirasakan dalam setiap karunia Allah. Dengan menjaga akidah yang moderat dan toleran, diharapkan masyarakat Kediri Raya dapat terus menjaga marwah agama sekaligus merawat tradisi luhur yang telah ada sebagai kekayaan budaya bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....