Hindari Kesombongan agar Tidak Terhina di Dunia dan Akhirat

  • 08 Apr 2026 08:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Setiap manusia secara manusiawi mendambakan kehidupan yang mulia dan terhormat di dunia, namun kemuliaan sejati tidak hanya berhenti saat napas terakhir berembus. Ustaz Mansur, S.T., M.T., Pengasuh Majlis Ta’lim Nur Arofah Kota Kediri, menekankan perlunya perubahan pola pikir bahwa urusan manusia tidak serta merta selesai setelah kematian.

“Kehidupan dunia hanyalah awal yang akan berlanjut ke alam kubur hingga alam akhirat, sehingga persiapan untuk meraih kemuliaan harus mencakup seluruh fase tersebut,” katanya salam kajian mutiara pagi bersama RRI, Rabu, 08 April 2026.

Ia mengatakan banyak orang terjebak pada simbol kemuliaan semu seperti pangkat tinggi atau harta melimpah, padahal jika hatinya rapuh, rasa mulia itu tidak akan pernah benar-benar dirasakan. Menurutnya, kemuliaan yang diinginkan sebenarnya adalah kedamaian dan ketenangan hati yang langgeng. Kemuliaan yang paling utama justru terletak pada akhir hayat seseorang, yakni ketika ia mampu menjaga ketakwaan dan keimanan hingga embusan napas terakhir.

Dalam kajiannya, Ustaz Mansur memaparkan empat penyebab utama seseorang menjadi terhina. Penyebab pertama adalah sikap takabur atau sombong, di mana Allah SWT akan merendahkan siapa pun yang memelihara sifat tersebut dalam hatinya. “Sebaliknya, bagi mereka yang bersedia rendah hati atau tawadhu, Allah justru akan mengangkat derajat dan kemuliaannya karena kemuliaan hakiki bermula dari kesucian hati,” katanya.

Penyebab kehinaan selanjutnya adalah mendustakan agama Allah, yang sejatinya merupakan kompas menuju keselamatan dan kemuliaan di dunia. Selain itu, sikap menghalang-halangi orang lain untuk beribadah serta perilaku merusak bumi, seperti menumpuk kekayaan secara rakus hingga mengabaikan kemaslahatan publik, juga menjadi jalan menuju kehinaan.

"Hati yang menentukan apakah kita terhina atau tidak; ketika nafsu menguasai logika, maka ketentuan Allah sering kali diabaikan demi kepentingan sesaat," ujarnya.

Ustaz Mansur mengingatkan bahwa orang yang beriman akan menghadap Sang Pencipta dengan senyuman karena telah mempersiapkan diri dengan baik. Salah satu indikator kemuliaan di akhir hayat adalah kemampuan seseorang untuk mengucapkan kalimat tauhid Lailahaillallah sebelum wafat. Hal ini menjadi bukti bahwa iman tetap terjaga dan menjadi kunci utama untuk memasuki surga-Nya sekaligus menghindari kematian dalam kondisi yang terhina.

Ustaz Mansur mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengejar kemuliaan di awal kehidupan yang sering kali tampak luar biasa namun berakhir menyakitkan. Fokus utama seorang hamba adalah menjaga konsistensi iman agar kemuliaan tersebut bersifat permanen hingga ke akhirat. Waktu dan keteguhan hati dalam menjalankan syariat secara menyeluruh akan menjadi bukti nyata apakah seseorang mampu menjaga kehormatannya di hadapan Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....