Siaga di Lereng Kelud, Polres Kediri Kerahkan Ratusan Relawan Cegah Karhutla

  • 19 Sep 2026 17:56 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kelud diantisipasi sejak dini
  • Kesiapan para relawan lokal seperti Anang dan kawan-kawan menjadi bukti betapa pentingnya peran masyarakat dalam rantai tanggap bencana

RRI.CO.ID, Kediri - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kelud diantisipasi sejak dini. Polres Kediri mengerahkan ratusan personel gabungan bersama relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) dalam Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana di lereng Kelud, Sabtu, 19 September 2026.

Pada momentum ini, suara derap langkah ratusan personel gabungan dan relawan memecah keheningan kawasan lereng. Kegiatan yang digagas bersama para relawan dan stakeholder terkait ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapsiagaan tidak bisa dibangun sendirian.

"Sinergi antara aparat kepolisian, TNI, instansi pemerintah, dan masyarakat lokal menjadi benteng utama pelestarian kawasan Gunung Kelud," kata Kapolres Kediri, AKBP Dr. Muhammad Wahyudin Latif.

Ia menegaskan, pentingnya kolaborasi dan tindakan cepat dalam menghadapi potensi bencana. Menurutnya, kondisi topografi Kabupaten Kediri yang beragam membuat wilayah ini memiliki titik rawan yang butuh perhatian ekstra, mulai dari karhutla di area pegunungan hingga potensi longsor dan banjir.

"Apel ini kita maksudkan agar Polres Kediri bersama relawan dan seluruh stakeholder senantiasa siap menghadapi segala bentuk ancaman, baik kondusivitas maupun bencana. Kita tahu Gunung Kelud ini masih aktif, sehingga koordinasi terus kita lakukan," ujar Latif.

Kapolres juga mengimbau, masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran. Salah satu langkah antisipasi mendasar adalah melarang keras pembukaan lahan dengan cara dibakar serta pembakaran sampah sembarangan.

Sebagai bentuk edukasi, Polres Kediri bersama BPBD dan warga setempat juga memasang banner imbauan di sejumlah titik rawan serta meninjau langsung pos pantau untuk memantau kondisi terkini Gunung Kelud.

"Respon cepat adalah kunci utama apabila terjadi bencana. Dengan kesiapsiagaan sarana prasarana, sumber daya manusia, dan SOP evakuasi yang matang di tingkat desa tanggap bencana (Destana), kita optimis bisa mengantisipasi potensi bencana sejak dini," tambahnya.

Kesiapsiagaan di tingkat tapak ditunjukkan langsung oleh para relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar. Kawasan ini berada di zona terdepan lereng Kelud, membuat para relawan harus selalu dalam posisi siap siaga.

Ketua Destana Sugihwaras, Anang Wianto, mengemukakan, bahwa sebanyak 20 relawan di desanya telah disiagakan dan mendapatkan pelatihan rutin bersama BPBD serta dinas terkait.

Meski kawasan Gunung Kelud sejauh ini relatif aman dari kejadian karhutla besar, Anang mengakui ada tantangan geografis tersendiri jika kebakaran benar-benar terjadi di area hutan.

"Kalau terjadi karhutla, kami siap membantu memadamkan. Namun, kendala terbesar di medan Gunung Kelud adalah sulitnya akses air. Karena itu, jika ada titik api, kami biasanya memanfaatkan alat seadanya terlebih dahulu untuk lokalisir sebelum pemadaman skala besar," kata Anang.

Kesiapan para relawan lokal seperti Anang dan kawan-kawan menjadi bukti betapa pentingnya peran masyarakat dalam rantai tanggap bencana. Lewat koordinasi yang makin solid antara Polres Kediri, BPBD, dan Destana, lereng Gunung Kelud tak hanya menjadi objek wisata yang indah, tetapi juga kawasan yang tangguh dalam menghadapi potensi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....