Bulog Kediri Perkuat Ketahanan Pangan dari Hulu hingga Hilir
- 14 Agt 2026 09:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Perum Bulog Cabang Kediri terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan dan keamanan pangan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan pangan dari hulu hingga hilir, mulai dari menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan pemerintah, hingga memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Kediri, Hestiana Peni Utami, mengatakan wilayah kerja Bulog Kediri mencakup Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk. Dalam menjalankan tugasnya, Bulog tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga berupaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun konsumen.
Di tingkat hulu, Bulog melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani, khususnya di wilayah Kediri Raya dan daerah sekitarnya. “Dalam beberapa bulan terakhir penyerapan memang mengalami penurunan seiring produksi petani yang turut berkurang pada musim kemarau. Namun, kondisi tersebut tidak mengganggu ketersediaan cadangan pangan karena stok yang dimiliki Bulog Kediri masih dalam kondisi aman,” ucapnya saat dialog bersama RRI, Jumat, 14 Agustus 2026.
Saat ini, stok beras di Bulog Kediri mencapai sekitar 109 ribu ton setara beras, kata Hestiana. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga lebih dari satu tahun ke depan. Ketersediaan stok ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk menghadapi berbagai kondisi, termasuk peningkatan kebutuhan masyarakat, situasi darurat, maupun pelaksanaan program bantuan pangan.
Tidak hanya menjaga kuantitas, Bulog Kediri juga memastikan keamanan dan mutu beras selama penyimpanan. Setiap beras melalui proses grading sebelum disimpan di gudang, sementara pengelolaan hama dilakukan dengan sistem Pengelolaan Hama Gudang Terpadu atau PHGD. Jika terjadi penurunan mutu akibat penyimpanan dalam waktu lama, Bulog akan melakukan proses ulang sebelum beras kembali disalurkan kepada masyarakat.
Ia menambahkan peran Bulog juga terlihat dalam menjaga keterjangkauan harga pangan melalui penyaluran beras SPHP. Beras tersebut didistribusikan langsung kepada pengecer melalui aplikasi Klik SPHP, sehingga rantai distribusi dapat diperpendek. Bulog menjual beras SPHP kepada pengecer dengan harga Rp11 ribu per kilogram dan diharapkan dapat dijual kepada masyarakat tidak lebih dari Rp12.500 per kilogram sesuai HET beras medium.
Selain SPHP, Bulog Kediri menjalankan penugasan pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 488 ribu penerima di wilayah sentra Kediri. Masing-masing penerima mendapatkan 30 kilogram beras dan ditujukan bagi masyarakat dalam kelompok desil 1 sampai 4. “Bulog juga menjaga ketersediaan MinyaKita melalui penyaluran rutin ke sejumlah pasar tradisional di Kota maupun Kabupaten Kediri,” katanya.
Hestiana menegaskan, rangkaian tugas tersebut merupakan bagian dari upaya Bulog menjaga ketahanan dan keamanan pangan masyarakat. Dengan memastikan pangan tersedia dalam jumlah cukup, kualitas terjaga, serta harga tetap terjangkau, Bulog Kediri berupaya memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa kebutuhan pangan pokok tetap aman, termasuk di tengah tantangan perubahan cuaca dan kondisi produksi pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....