KKN Mahasiswa UB Kediri Cetak Kemandirian Pangan Warga Desa Kendalbulur
- 04 Agt 2026 08:08 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Dari galon bekas hingga kotoran kambing, Mahasiswa KKN PSDKU Universitas Brawijaya Kediri menyulap limbah rumah tangga menjadi inovasi bernilai ekonomi
RRI.CO.ID, Kediri - Dari galon bekas hingga kotoran kambing, Mahasiswa KKN PSDKU Universitas Brawijaya Kediri menyulap limbah rumah tangga menjadi inovasi bernilai ekonomi. Dosen Pembimbing Lapang KKN PSDKU UB Kediri, Vina Nur Nadiro, menyatakan, Program KKN ini terlaksana di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
"Selama periode 1–31 Juli 2026, tampak mahasiswa lintas fakultas hadir tidak hanya membawa materi, tetapi juga praktik langsung yang bisa diterapkan warga untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga," kata Vina.
Program tersebut, jelas Vina, dirancang untuk memberikan edukasi dan keterampilan praktis berkelanjutan di sektor perikanan, pertanian, dan peternakan yang menjadi mata pencaharian utama warga Desa Kendalbulur.
Berdasarkan potensi sumber daya alam yang melimpah. Adapun tim KKN ini terdiri dari Amalia, Nisa, Yosephin, Levin, Rara, Dewi, Satria, Steven, Nayna, Chrisna, dan Azzahra menyusun program sesuai kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian.
"Program yang dilaksanakan meliputi Budidaya Ikan dalam Galon (Budidalon), pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), Mineral Herbal Molases Block (MHMB), serta Agrobio-Sempati," kata Vina.
Vina merinci, pada Jumat, 17 Juli 2026, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menggelar demonstrasi Budidalon bersama ibu-ibu PKK. Peserta dikenalkan konsep budidaya praktis di lahan terbatas, mulai perakitan galon bekas, penebaran benih, penanaman kangkung, hingga teknik pemeliharaan agar ikan dan tanaman tumbuh optimal.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sarana budidaya produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga," kata Vina.
Pada hari yang sama, mahasiswa Fakultas Pertanian melaksanakan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair berbahan dasar sampah organik rumah tangga menggunakan galon bekas sebagai wadah fermentasi. Pelatihan ini, imbuhnya, memberikan pemahaman pentingnya pengelolaan limbah organik menjadi pupuk bermanfaat, mengurangi sampah rumah tangga, serta mendukung pertanian ramah lingkungan.
Kemudian, pada Sabtu, 18 Juli 2026, mahasiswa Fakultas Peternakan menyelenggarakan pelatihan pembuatan Mineral Herbal Molases Block yang diikuti para peternak. MHMB dikenalkan sebagai suplemen pakan ternak dari bahan lokal yang ekonomis untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produktivitas ternak.
"Rangkaian pemberdayaan dilanjutkan pada Sabtu, 25 Juli 2026 melalui Program Agrobio-Sempati bagi petani dan kelompok tani yang sedang mempersiapkan lahan menjelang masa tanam," kata Vina.
Di tempat ini, sebut Vina, mahasiswa mendemonstrasikan pembuatan Agrobio dari campuran kohe kambing, molases, EM4, bahan organik, serta arang sekam yang difermentasi. Agrobio berfungsi memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan membuat tanah lebih gembur.
Ketua KKN PSDKU UB Kediri di Desa Kendalbulur, Steven Rhehan Praditia Saputra menyampaikan, program lintas fakultas merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa.
"Program KKN ini, agar masyarakat memiliki keterampilan mandiri di tiga sektor utama," kata Steven.
Kepala Desa Kendalbulur, Kabupaten Tulungagung, Anang Mustofa mengapresiasi, program mahasiswa dan berharap ilmu yang diberikan dapat terus diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, peternakan, dan perikanan secara berkelanjutan. "Melalui program ini, kegiatan KKN turut mendukung Sustainable Development Goals, yakni SDG 2 Zero Hunger, SDG 4 Quality Education, SDG 12 Responsible Consumption and Production, serta SDG 15 Life on Land," kata Anang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....