Libatkan Petugas Damkar, PSDKU UB Kediri Perkuat Kesiapsiagaan Kondisi Darurat

  • 08 Jul 2026 17:52 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kota Kediri menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran dan Perawatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

RRI.CO.ID, Kediri - PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kota Kediri menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran dan Perawatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam menghadapi potensi kebakaran sekaligus membangun pemahaman mengenai penggunaan dan perawatan APAR sebagai langkah awal penanggulangan keadaan darurat.

Pelatihan diikuti oleh berbagai unsur internal kampus, mulai dari satuan pengamanan (Satpam), tenaga kependidikan bidang sarana dan prasarana, dosen, laboran, Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), hingga perwakilan mahasiswa. Pada Rabu, 8 Juli 2026, Ketua Pelaksana kegiatan, Santi Kusuma Fajarwati, pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis penggunaan APAR, tetapi juga menanamkan budaya sadar keselamatan di lingkungan kampus.

"Keselamatan merupakan investasi yang harus dibangun melalui edukasi dan pembiasaan," kata Santi.

Ia meyakini, dengan memahami cara mencegah kebakaran, mengenali potensi risiko, serta mampu menggunakan APAR dengan benar, sivitas akademika dapat memberikan respons yang cepat dan tepat sehingga risiko kerugian maupun korban dapat diminimalkan. "Kami berharap budaya keselamatan ini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di PSDKU UB Kediri," ucapnya.

Dalam pelatihan tersebut, tim dari DAMKAR Kota Kediri memberikan materi mengenai potensi penyebab kebakaran, strategi pencegahan, prosedur penanganan awal, teknik penggunaan APAR, hingga tata cara pemeriksaan dan perawatan APAR agar selalu dalam kondisi siap pakai. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memicu kebakaran, seperti kelalaian penggunaan instalasi listrik, penyimpanan bahan mudah terbakar yang tidak sesuai prosedur, maupun kurangnya pengawasan terhadap fasilitas kerja.

"Melalui edukasi tersebut, peserta diajak untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan budaya keselamatan di lingkungan kampus," katanya.

Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga dibekali pengetahuan teknis mengenai penggunaan APAR secara benar. Mulai dari mengenali bagian-bagian APAR, memeriksa tekanan tabung, melepas pin pengaman, menentukan posisi yang aman saat melakukan pemadaman, hingga teknik mengarahkan media pemadam ke sumber api.

"Sebagai bagian dari pelatihan, peserta juga mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan APAR di bawah pendampingan langsung personel DAMKAR Kota Kediri. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman nyata bagi peserta dalam melakukan respons awal terhadap kebakaran skala kecil secara cepat, aman, dan tepat," katanya.

Ia optimistis, melalui kolaborasi dengan DAMKAR Kota Kediri, PSDKU UB Kediri terus memperkuat budaya tanggap bencana sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. "Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik di ruang kerja, ruang kelas, laboratorium, maupun fasilitas umum lainnya, sehingga mampu meminimalkan risiko kebakaran dan melindungi keselamatan seluruh sivitas akademika," katanya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi PSDKU UB Kediri dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat, Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi serta literasi mitigasi bencana bagi sivitas akademika, dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi strategis antara perguruan tinggi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kediri dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto menyebutkan, saat ini El Nino tengah melanda Indonesia, dan hal itu merujuk pada sebuah istilah puncak musim kemarau yang terjadi Agustus hingga November 2026.

"Adapun bahaya El Nino ini bisa berdampak pada krisis air, kebakaran lahan, kesehatan (ISPA dan Heat Stroke), serta pengaruh lainnya. Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat melakukan hemat air, meningkatkan kesehatan tubuh, dan sebisa mungkin tidak ke luar rumah jika tidak ada keperluan penting," kata Joko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....