Kasus Keracunan Pelajar, Kondisi Korban di RSUD SLG makin Membaik
- 28 Apr 2026 14:47 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kasus Keracunan Pelajar, Kondisi Korban di RSUD SLG makin Membaik
- Ada lima siswa TK dan SD di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, yang dilarikan ke RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) usai mengalami mual dan muntah, pada Senin, 27 April 2026
- Penyebab keracunan pelajar ini masih ditelusuri pihak medis dan dinas terkait, termasuk kemungkinan kaitan dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
RRI.CO.ID, Kediri - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri menangani kasus dugaan keracunan pelajar TK dan SD. "Ada lima siswa TK dan SD di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, yang dilarikan ke RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) usai mengalami mual dan muntah, pada Senin, 27 April 2026. Para korban diduga keracunan makanan, tapi penyebab pastinya masih ditelusuri pihak medis dan dinas terkait, termasuk kemungkinan kaitan dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Direktur RSUD SLG Kediri, dr. Tony Widyanto, Sp.OG (K), saat mengunjungi kondisi korban terduga keracunan yang dirawat di RSUD SLG Kediri, pada Selasa, 28 April 2026.
Ia membenarkan, secara total ada enam pasien yang masuk. Namun satu orang di antaranya sudah dipulangkan. "Pada saat itu, ada enam pasien, satu sudah kita pulangkan, lima kita rawat. Memang kondisi awalnya mual muntah, tapi alhamdulillah pagi ini kondisinya sudah sangat membaik, sudah tidak mual muntah, sudah mau makan dan minum," kata dr Tony.
Ia menjelaskan, penanganan yang diberikan berupa cairan infus. Selain itu, juga obat anti mual, dan observasi intensif. "Kemungkinan besar keracunan makanan, tapi ini masih diduga. Kalau kondisinya terus membaik kemungkinan bisa dipulangkan hari ini atau besok," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, memastikan pula, kondisi para siswa tidak membahayakan jiwa. "Alhamdulillah keluhannya tidak terlalu menghawatirkan, hampir semuanya hanya mual muntah. Saat ini empat masih dirawat, satu sudah boleh pulang," katanya.
Ia menegaskan, penyebab belum bisa dipastikan. Pihaknya pun masih menunggu hasil uji laboratorium. "Belum bisa dipastikan penyebabnya karena apa, apakah dari MBG atau bukan. Saat ini kita masih mengambil sampel sisa makanan untuk diperiksa di laboratorium di Surabaya," katanya.
Sementara itu, pihak Sentra Produksi Pangan (SPPG) Tugurejo selaku penyuplai makanan MBG menyebut hanya lima siswa dari 2.761 penerima manfaat yang mengalami keluhan, dan seluruhnya dari satu sekolah. "Dari 2.761 siswa yang menerima manfaat makan dari kita, itu cuma 5 orang saja yang terdampak, dan itu pun cuma di satu sekolah," kata Anggi, Asisten Administrasi dan Pemasaran SPPG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....