Tantangan Stunting Kaimana, Kolaborasi Semua Pihak Diperlukan
- 16 Jan 2025 14:19 WIB
- Kaimana
KBRN, Kaimana : Stunting merupakan masalah besar yang tidak hanya berdampak pada masa depan anak-anak, tetapi juga menjadi tantangan serius bagi pembangunan nasional. Di Kabupaten Kaimana, Pemda tengah giat menjalankan berbagai program untuk menanggulangi masalah stunting yang masih menjadi isu kesehatan utama di daerah tersebut.
Stunting merupakan perawakan pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang/tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 Standar Deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO, disebabkan kekurangan gizi kronik yang berhubungan dengan status sosioekonomi rendah, asupan nutrisi dan kesehatan ibu yang buruk, riwayat sakit berulang dan praktik pemberian makan pada bayi dan anak yang tidak tepat. Stunting menyebabkan hambatan dalam mencapai potensi fisik dan kognitif anak. Kurva pertumbuhan yang digunakan untuk diagnosis stunting adalah kurva WHO child growth standard tahun 2006 yang merupakan baku emas pertumbuhan optimal seorang anak..
Dr. Revolita Karmila La Ali, M.M, menyampaikan bahwa penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis, yang sering kali berhubungan dengan status sosial ekonomi yang rendah, asupan nutrisi yang tidak mencukupi, serta kondisi kesehatan ibu yang buruk.
"Pemberian makanan yang tidak tepat pada bayi dan anak juga turut memperburuk masalah ini. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan stunting harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri," jelasnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Kaimana mengalami sedikit peningkatan. Pada tahun 2022, angka stunting tercatat sebesar 29,3%, dan pada 2024, lebih dari 400 bayi di kabupaten ini mengalami masalah stunting.
Pemda Kaimana telah berkomitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting dengan melaksanakan berbagai program, seperti pemberian makanan tambahan, pembinaan pola makan yang sehat, serta perbaikan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
" Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, tenaga medis, masyarakat, serta organisasi terkait untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara optimal," pungkasnya.
Pencegahan stunting menjadi tanggung jawab bersama. Dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, masalah stunting di Kabupaten Kaimana diharapkan dapat segera teratasi, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....