Bupati Kaimana Evaluasi Kinerja Kepala Distrik Yamor
- 19 Jan 2026 20:37 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – paska pemalangan yang di lakukan beberapa waktu lalu terhadap kantor distrik Yamor dan perumahan pegawai, Bupati Kaimana Drs. Hasan Achmad menegaskan akan melakukan evaluasi kinerja dan mutasi kepala distrik, menyusul tidak optimalnya pelayanan pemerintahan di sejumlah distrik, khususnya Distrik Yamor.
Hal itu disampaikan Bupati Hasan Achmad kepada RRI.co.id di ruang kerjanya, Senin 19 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa kepala distrik memiliki tanggung jawab memimpin pemerintahan serta memberikan pelayanan umum kepada masyarakat di wilayahnya. “Kepala distrik itu bertanggung jawab memimpin pemerintahan dan memberikan pelayanan. Kita tentu berharap kepala distrik bisa berkinerja dengan baik,” ujar Bupati.
Namun kenyataannya, kata Bupati, Pemerintah Kabupaten Kaimana menemukan bahwa Kepala Distrik Yamor selama ini berhalangan berada di tempat tugas, sehingga berdampak langsung pada terhambatnya pelayanan publik.
“Pelayanan menjadi terhambat karena ada konsekuensi pembiayaan yang seharusnya dipergunakan di kantor distrik untuk menggerakkan roda pemerintahan. Akibatnya pelayanan menjadi hampa dan masyarakat merasa kecewa,” jelasnya.
Menurut Bupati, kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan distrik merupakan hal yang wajar dalam kondisi tersebut. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah menggelar rapat terbatas bersama Sekretaris Daerah dan Wakil Bupati untuk membahas persoalan tersebut.
“Kami akan melakukan evaluasi kinerja para kepala distrik dan selanjutnya mengambil kebijakan mutasi,” tegasnya. Bupati menambahkan, mutasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan dedikasi dan kesiapan pejabat, terutama untuk ditempatkan di wilayah-wilayah sulit seperti Distrik Yamor.
Ia mengakui bahwa perhatian terhadap pemerintahan di distrik terjauh, termasuk Yamor dan Etna, belakangan ini menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. “Dulu Yamor dan Etna itu primadona. Kita bisa tempatkan pegawai dan mereka betah karena ada insentif. Sekarang itu sulit kita lakukan,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....