Jemaat GKI Diaspora Kaimana Diajak Taat Membayar Nazar

  • 05 Okt 2025 12:38 WIB
  •  Kaimana

KBRN, Kaimana : Bertempat di Gedung Gereja GKI Diaspora Utarom Kaimana, Minggu (5/10/2025), jemaat melaksanakan ibadah mingguan yang dipimpin oleh Pdt. Lonna Sukan, S.Si. Ibadah berlangsung khidmat dengan tema sentral khotbah diambil dari Kitab Imamat 27:1-34 tentang “Membayar Nazar”.

Dalam khotbahnya, Pdt. Lonna menegaskan bahwa setiap janji atau nazar yang diucapkan kepada Tuhan bukanlah hal yang sepele, tetapi harus dipenuhi dengan penuh tanggung jawab. “Apa yang kita ucapkan di hadapan Tuhan tidak boleh dilupakan. Setiap janji adalah komitmen yang harus ditepati,” ujar Pdt. Lonna di hadapan jemaat.

Menurutnya, pesan Alkitab dari Imamat 27:1-34 mengingatkan umat agar belajar hidup bertanggung jawab di hadapan Tuhan, berlaku jujur, serta menepati setiap janji yang telah dibuat, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan. “Hidup dalam kebenaran berarti tidak memberi harapan palsu, melainkan jujur dan setia,” tambahnya.

Pdt. Lonna juga menekankan pentingnya memberi kepada Tuhan dengan hati yang tulus dan jujur. Ia mencontohkan, persembahan atau persembahan nazar yang diberikan dengan ikhlas menunjukkan pengakuan bahwa semua berkat berasal dari Tuhan. “Firman Tuhan berkata, Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita,” ujarnya mengutip 2 Korintus 9:7.

Lebih jauh, jemaat diajak untuk menyadari bahwa segala sesuatu yang dimiliki, baik tanah, rumah, hasil panen, maupun pekerjaan, sesungguhnya adalah milik Tuhan. Manusia hanya dititipi untuk mengelola dengan penuh tanggung jawab. “Kita hanyalah pengelola, bukan pemilik mutlak. Karena itu mari kita gunakan berkat Tuhan untuk menolong sesama,” jelasnya.

Dalam ibadah tersebut, Pdt. Lonna juga meneguhkan kembali komitmen jemaat untuk menepati janji, baik yang kecil maupun besar. Menurutnya, janji dalam hal sekecil apapun harus ditepati dengan sungguh-sungguh sebagai bukti ketaatan iman. “Tuhan tidak pernah lupa, karena itu jangan pernah meremehkan janji kita kepada-Nya,” tegasnya.

Selain itu, jemaat juga diingatkan agar menjadikan persembahan persepuluhan sebagai wujud iman dan ketaatan, karena hidup dan rezeki manusia sesungguhnya berasal dari Tuhan. Dengan demikian, kata Pdt. Lonna, Tuhan dimuliakan melalui setiap berkat yang dipercayakan kepada umat-Nya.

Sebagai penutup khotbah, Pdt. Lonna mengajak jemaat untuk menjalani hidup dalam kekudusan dan ketaatan pada firman. “Hidup kita harus berjalan sesuai hukum Tuhan, bukan sekadar tradisi. Mari kita jalani hari-hari dengan taat, rendah hati, dan penuh syukur, karena semua berasal dari Tuhan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....