Muhammadiyah Kaimana Tetapkan Puasa Ramadhan Mulai Rabu

  • 17 Feb 2026 20:26 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kaimana, Muhammad Zein Farissa, menyampaikan bahwa warga Muhammadiyah di Kaimana akan mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026.

Menurutnya, penetapan awal Ramadhan yang digunakan Muhammadiyah mengacu pada metode hisab dengan prinsip wujudul hilal, yakni penentuan awal bulan hijriah berdasarkan perhitungan astronomi ketika hilal dinyatakan telah wujud di atas ufuk. Berdasarkan metode tersebut, maka malam Selasa 17 Februari 2026 warga Muhammadiyah sudah melaksanakan salat tarawih, dan keesokan harinya mulai menjalankan ibadah puasa.

“Untuk tahun ini berdasarkan metode yang dipakai yakni wujudul hilal jatuh pada tanggal 18 Februari 2026. Sehingga pada tanggal 17 Februari malam kita warga Muhammadiyah termasuk di Kaimana sudah salat tarawih, dan tanggal 18 kita pertama puasa,” jelasnya di Kaimana, Senin 16 Februari 2026 .

Pria yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kaimana itu menjelaskan, dalam kalender nasional yang mengacu pada keputusan pemerintah, awal Ramadhan diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Perbedaan tersebut dinilai sebagai hal yang wajar dalam penentuan kalender hijriah, karena perhitungan jumlah hari dalam satu bulan bisa berlangsung 29 atau 30 hari.

Ia menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadhan hendaknya tidak menjadi persoalan di tengah masyarakat. Sebaliknya, umat Islam diminta untuk menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati dalam menjalankan keyakinan masing-masing.

“Perbedaan ini jangan kemudian kita umat permasalahkan. Karena hitungan bulan bisa 29 hari bisa 30,” katanya. Lebih lanjut, Ustaz Zein Farissa mengimbau seluruh masyarakat di Kaimana untuk menjaga persatuan dan keharmonisan, khususnya apabila terdapat perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah dan pemerintah.

Menurutnya, sikap saling menghargai merupakan bagian dari ajaran Islam yang menekankan ukhuwah atau persaudaraan sesama umat. “Kita hormati perbedaan tersebut dengan tidak melakukan hal-hal yang mengganggu kesatuan umat di Kaimana,” tegasnya.

Ia juga mengajak umat Islam menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Ramadhan, kata dia, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.

Dengan suasana yang damai dan penuh toleransi, diharapkan pelaksanaan ibadah Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Kaimana dapat berlangsung khusyuk, aman, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....