Kalah 2 Kali, Irak dan Senegal Belum Tersingkir dari Piala Dunia 2026

  • 23 Jun 2026 13:36 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Mengalami dua kekalahan beruntun di awal fase grup turnamen sebesar Piala Dunia biasanya menjadi vonis mati bagi impian sebuah negara. Namun, pada gelaran Piala Dunia 2026, cerita lama itu resmi berubah. Meski sama-sama menelan dua kekalahan di awal laga, tim nasional Irak dan Senegal tercatat masih memiliki napas dan belum sepenuhnya tersingkir dari kompetisi.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya terletak pada revolusi format baru yang diterapkan oleh FIFA.

Penyelamat Bernama Format 48 Tim

Mulai tahun 2026, jumlah peserta Piala Dunia membengkak dari 32 tim menjadi 48 tim yang terbagi ke dalam 12 grup. Perubahan masif ini otomatis mengubah skenario kelolosan ke babak gugur (knockout stage).

Jika dahulu hanya juara dan runner-up grup yang berhak melaju ke babak 16 besar, kini pintu kelolosan terbuka jauh lebih lebar untuk mengakomodasi babak baru, yaitu Babak 32 Besar.

Peringkat 1 dan 2 (24 Tim): Lolos otomatis dari masing-masing 12 grup.

Peringkat 3 Terbaik (8 Tim): Dari 12 tim yang finis di peringkat ketiga, 8 tim terbaik di antaranya akan diberikan "tiket jalur belakang" untuk melengkapi kuota 32 tim di babak gugur.

Artinya, hanya ada 4 tim peringkat ketiga dengan performa terburuk yang benar-benar akan angkat koper bersama para juru kunci grup.

Skenario Keajaiban untuk Irak dan Senegal

Irak (yang baru saja takluk 0-3 dari Prancis di Grup I setelah sebelumnya kalah 1-4 dari Norwegia) serta Senegal masih menyisakan satu pertandingan pamungkas di fase grup. Di sinilah matematika peluang bekerja.

Untuk bisa menciptakan keajaiban dan mengamankan satu dari delapan slot peringkat ketiga terbaik, kedua tim wajib memenuhi syarat mutlak berikut:

Wajib Menang di Laga Terakhir: Tidak ada tawar-menawar, meraih 3 poin di pertandingan ketiga adalah harga mati agar mereka bisa bertengger di peringkat ketiga grup dengan total koleksi 3 poin.

Pesta Gol: Karena dua laga awal berakhir dengan kekalahan telak, selisih gol (goal difference) mereka saat ini sangat minus. Di laga terakhir, mereka harus menang dengan skor sebesar mungkin untuk memperbaiki produktivitas gol.

Bergantung pada Grup Lain: Setelah menyelesaikan tugas mereka, Irak dan Senegal harus memantau papan klasemen peringkat ketiga dari 11 grup lainnya, berharap ada empat tim peringkat ketiga dari grup lain yang mengoleksi poin lebih rendah atau memiliki selisih gol yang lebih buruk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....