Menelusuri Sejarah Kimchi: Dari Pengawet Musim Dingin hingga Ikon Kuliner Dunia

  • 06 Jul 2026 13:08 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Bagi pencinta kuliner Korea, kimchi tentu sudah tidak asing lagi dan makanan pendamping (banchan) bercita rasa asam, gurih, dan pedas ini memiliki sejarah panjang yang mencerminkan kecerdikan masyarakat Korea dalam bertahan hidup. Dirangkum dari berbagai media salah satunya dari situs idntimes berikut sejarah kimchi yang perlu Anda ketahui.

Awal Mula: Bertahan di Musim Dingin

Asal-mula kimchi dapat ditarik kembali ke ribuan tahun lalu, tepatnya pada masa Tiga Kerajaan Korea (sekitar abad ke-1 Sebelum Masehi hingga abad ke-7 Masehi). Pada masa itu, Korea memiliki musim dingin yang sangat ekstrem. Tanpa adanya kulkas, masyarakat harus memutar otak agar pasokan sayuran tidak membusuk dan mereka tidak kelaparan.

Metode yang paling efektif saat itu adalah fermentasi garam. Sayuran seperti lobak direndam dalam air garam, lalu disimpan dalam tempayan tanah liat besar yang disebut onggi. Tempayan ini kemudian dikubur di dalam tanah agar suhunya tetap stabil sepanjang musim dingin.

Evolusi Rasa dan Masuknya Cabai

Menariknya, kimchi kuno sama sekali tidak berwarna merah atau pedas seperti yang kita kenal sekarang. Kimchi awal cenderung berwarna putih atau hijau pucat, dengan rasa yang dominan asin dan asam segar.

Perubahan besar terjadi pada abad ke-16 hingga ke-17 (Masa Dinasti Joseon), ketika pedagang Portugis memperkenalkan cabai merah (gochugaru) ke Semenanjung Korea. Masyarakat Korea mulai mencampurkan bubuk cabai ini ke dalam proses fermentasi sayuran. Hasilnya mengejutkan: cabai tidak hanya memberi warna merah yang menggugah selera dan rasa pedas yang hangat, tetapi juga bertindak sebagai pengawet alami tambahan.

Sawi Putih dan Era Modern

Pada abad ke-19, jenis sawi putih (baechu) yang tebal dan berair mulai dibudidayakan secara luas di Korea. Sawi ini menggeser posisi lobak sebagai bahan utama kimchi. Sejak saat itu, Baechu Kimchi (kimchi sawi putih) resmi menjadi standar utama hidangan ini.

Tahukah Kamu?

Tradisi membuat kimchi bersama-sama menjelang musim dingin disebut Kimjang. Tradisi gotong royong ini bahkan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Manusia karena nilai sosialnya yang kuat.

Hari ini, kimchi bukan lagi sekadar makanan bertahan hidup, melainkan simbol identitas budaya Korea sekaligus superfood yang diakui dunia karena kaya akan probiotik dan nutrisi yang baik untuk kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....