Kabut Asap Kaimana Picu Kenaikan ISPA, IAKMI dan IBI Bagikan 1.400 Masker
- 02 Okt 2026 13:06 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kaimana mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terpantau terjadi di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut mendorong Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kabupaten Kaimana bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) turun langsung ke tengah masyarakat dengan membagikan masker secara gratis.
Aksi pembagian masker dipusatkan di kawasan Pasar Baru, Air Tiba, Krooy, Kabupaten Kaimana, Jumat 2 Oktober 2026. Sebanyak 1.400 masker dibagikan kepada masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di kawasan pasar.
Ketua IAKMI Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat, SKM., MM., yang juga menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaimana, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat di tengah kabut asap.
Menurut Jubair, pemantauan tim sistem surveilans Dinas Kesehatan Kaimana menunjukkan adanya peningkatan kasus ISPA. Hal tersebut juga diperkuat laporan dari 10 puskesmas yang berada di Kabupaten Kaimana.

“Dari pantauan tim surveilans Dinas Kesehatan Kaimana, berdasarkan laporan dari 10 puskesmas, terjadi peningkatan kasus ISPA mulai Juli minggu ke-28 hingga September minggu ke-38. Peningkatan kasus terlihat di RSUD Kaimana maupun beberapa puskesmas di wilayah pinggiran,” jelas Jubair.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat tetap harus beraktivitas di luar rumah, sementara kualitas udara akibat kabut asap dilaporkan dalam kondisi kurang baik.
Jubair mengatakan, pembagian masker merupakan salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko masyarakat menghirup partikel dari asap ketika beraktivitas di luar ruangan. Namun, jumlah masker yang tersedia masih terbatas.
“Masker ini kami peroleh secara sukarela. IAKMI menyumbang 700 masker dan IBI juga 700 masker, sehingga total ada 1.400 masker yang kami bagikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Meski telah menyiapkan 1.400 masker, jumlah tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Tingginya aktivitas warga di kawasan pasar pada Jumat pagi tadi.
Ia mengimbau masyarakat Kaimana untuk meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih terjadi. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kaimana, di tengah kondisi kabut asap akibat Karhutla, agar tetap menggunakan masker jika berada di luar rumah, minum air putih yang banyak dan tetap menjaga kebersihan diri. Kondisi udara saat ini dilaporkan kurang bagus, sehingga kita harus bersama-sama menjaga kesehatan,” pungkas Jubair.
IAKMI dan IBI berharap aksi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan diri menjadi penting selama kualitas udara terdampak kabut asap. Upaya pencegahan di tingkat masyarakat dinilai perlu dilakukan bersamaan dengan penanganan Karhutla agar risiko gangguan kesehatan dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....