BKPRMI Gandeng PWI Kaimana Bagikan 1.000 Masker di tengah Kabut Asap Karhutla

  • 29 Sep 2026 16:25 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Kaimana menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaimana untuk membagikan 1.000 masker secara gratis. Aksi sosial tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu 30 September 2026 dengan pusat kegiatan di kawasan Pasar Air Tiba, Krooy, Kaimana. Masker akan diberikan kepada pedagang, pembeli maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar.

Ketua BKPRMI Kabupaten Kaimana, Selamet Laway, S.STP., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap kondisi lingkungan yang dalam beberapa waktu terakhir diselimuti kabut asap.

“Kami akan bekerja sama dengan PWI Kaimana untuk melaksanakan aksi pembagian masker kepada masyarakat, baik penjual, pembeli maupun semua masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah pasar,” jelas Selamet kepada RRI.

Menurutnya, gagasan tersebut muncul setelah melihat kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kaimana yang terdampak asap Karhutla. Bahkan, jarak pandang di sekitar kawasan tertentu disebut mulai terganggu akibat pekatnya kabut asap.

“Kalau kita dari Pertamina melihat ke arah pasar, sudah tidak kelihatan,” ungkapnya.

Selamet mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PWI Kaimana dan mendapat respons positif untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan selama kondisi udara belum kembali normal.

Imbauan serupa sebelumnya telah disampaikan Dinas Kesehatan Kaimana. Masyarakat diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Sementara itu, Ketua PWI Kaimana melalui anggotanya, Arfat Djempot, mengatakan keterlibatan wartawan dalam aksi tersebut merupakan bagian dari kepedulian terhadap masyarakat sekaligus upaya membantu mengantisipasi dampak Karhutla.

“Kami sangat berharap masyarakat tidak mengabaikan penggunaan masker ketika sedang beraktivitas di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah Kaimana. Tetap gunakan masker sehingga tidak terpapar kabut asap secara langsung,” ujar Arfat.

Menurutnya, kondisi udara yang tercemar asap tidak boleh dianggap sepele. Masyarakat, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, perlu mengambil langkah perlindungan untuk mengurangi paparan asap.

Arfat menambahkan, data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kaimana menunjukkan terdapat 56 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dikaitkan dengan kondisi Karhutla. Angka tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Pembagian 1.000 masker di Pasar Air Tiba diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama selama Kaimana masih menghadapi dampak kabut asap.

BKPRMI dan PWI Kaimana berharap masyarakat dapat mengikuti imbauan kesehatan, menggunakan masker saat berada di luar rumah serta mengurangi aktivitas di tengah kondisi asap yang pekat apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....