Bagaimana Kenali Beras Fortifikasi dan Beras Biasa

  • 18 Sep 2026 08:21 WIB
  •  Kaimana
Poin Utama
  • Beras fortifikasi adalah beras biasa yang diperkaya dengan zat gizi mikro tambahan seperti vitamin dan mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
  • Meski tampilan beras fortifikasi mirip dengan beras biasa, perbedaannya dapat dikenali melalui pemeriksaan teliti untuk menghindari kesalahan pemilihan.
  • Tersedia 5 cara membedakan beras fortifikasi dan beras biasa yang dapat dicermati oleh konsumen untuk memastikan pembelian produk yang tepat.

RRI.CO.ID, Kaimana - Beras fortifikasi merupakan beras biasa yang diperkaya dengan zat gizi mikro tambahan, seperti vitamin dan mineral, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian. Meski tampilannya sekilas mirip dengan beras biasa, Anda bisa membedakannya secara teliti agar tidak salah pilih maupun terkecoh klaim palsu. Dirangkum dari berbagai sumber salah satunya dari situs idn times, berikut cara kenali beras fortifikasi dan beras biasa.

Berikut adalah 5 cara membedakan beras fortifikasi dan beras biasa yang dapat dicermati:

  1. Periksa Label Informasi Nilai Gizi di Kemasan
    Kemasan beras biasa umumnya hanya mencantumkan informasi berat bersih, varietas, dan izin edar. Pada beras fortifikasi asli, produsen wajib mencantumkan tabel Informasi Nilai Gizi (ING) secara perinci. Pastikan kemasan mencantumkan kandungan Mikronutrien sesuai standar (seperti Vitamin B1, Asam Folat, Vitamin B12, Zat Besi, dan Zinc/Seng). Jika hanya ada tulisan "diperkaya vitamin" tanpa rincian kadar gizi, patut dipertanyakan.
  2. Cek Izin Edar dan Sertifikasi (PSAT / SNI)
    Beras fortifikasi yang resmi harus mengantongi izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dari Kementerian Pertanian atau Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta memenuhi standar nasional (seperti SNI 9372:2025). Beras biasa umumnya menggunakan izin edar komoditas standar tanpa klaim khusus zat gizi.
  3. Amati Keberadaan Kernel Khusus (Butiran Fortifikan)
    Beras fortifikasi diproses dengan mencampurkan butiran khusus (kernel fortifikan) ke dalam beras biasa. Jika diperhatikan lebih dekat, akan ada sedikit perbedaan warna atau tekstur pada beberapa butiran beras (kemungkinan terlihat sedikit lebih pudar atau matte dibanding butir beras utama). Sebaliknya, beras biasa memiliki tampilan bulir yang seragam di seluruh kemasan.
  4. Jangan Terkecoh Tampilan Fisik yang Sangat Putih atau Mulus
    Beras yang sangat bersih, putih mengilap, atau bertekstur sangat mulus bukan jaminan beras tersebut merupakan beras fortifikasi. Banyak orang mengira beras fortifikasi pasti terlihat berbeda secara mencolok, padahal produsen sengaja mendesainnya agar secara visual tetap mirip beras biasa. Penilaian utama tetap ada pada label kemasan, bukan kilau fisiknya.
  5. Cermati Aroma dan Tekstur Setelah Dimasak
    Saat dimasak menjadi nasi, beras fortifikasi berkualitas akan menghasilkan tekstur dan aroma nasi normal yang segar. Beras biasa pun demikian. Namun, jika Anda membeli produk berlabel fortifikasi tetapi setelah dimasak mengeluarkan aroma kimia yang menyengat atau teksturnya terlalu aneh/hancur, bisa jadi produk tersebut belum memenuhi standar mutu atau menggunakan zat pemutih/pengawet buatan.

Menjadi konsumen cerdas dimulai dari kebiasaan membaca label pangan. Sebelum membeli, selalu pastikan kemasan dalam kondisi tersegel rapi dan informasi legalkandungan gizinya tercetak jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....