Benarkah Nonton Sepak Bola Berefek pada Kesehatan Jantung?
- 21 Jul 2026 14:22 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID,Kaimana : Menyaksikan pertandingan sepak bola, terutama saat tim kesayangan bertanding dalam laga krusial, sering kali memicu emosi yang campur aduk dan rasa tegang, cemas, gembira, hingga kecewa bisa berganti dalam hitungan detik. Bagi sebagian orang, sensasi ini adalah seni dari menikmati permainan. Namun, bagi kesehatan tubuh, khususnya organ jantung, fenomena ini memicu reaksi biologis yang nyata. Dirangkum dari berbagai sumber salah satunya dari situs halodoc berikut informasinya untuk Anda.
Secara medis, menonton sepak bola yang penuh drama terbukti memiliki efek langsung pada sistem kardiovaskular. Saat tensi pertandingan meningkat, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol dalam jumlah besar. Pelepasan hormon ini memicu respons fight-or-flight, yang menyebabkan frekuensi detak jantung melonjak tajam dan pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah ikut meningkat.
Sebuah studi terkenal yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine saat Piala Dunia 2006 di Jerman menunjukkan bahwa kasus kedaruratan kardiovaskular (seperti serangan jantung atau aritmia berat) meningkat hingga tiga kali lipat pada pria dan dua kali lipat pada wanita di hari-hari ketika tim nasional mereka bertanding. Tekanan emosional yang intens saat menonton pertandingan terbukti menjadi pemicu (trigger) bagi masalah jantung akut.
Meski demikian, efek ini umumnya tidak berbahaya bagi individu dengan kondisi jantung yang sehat dan bugar. Lonjakan detak jantung tersebut mirip dengan efek yang terjadi saat seseorang melakukan olahraga intensitas ringan hingga sedang. Risikonya menjadi berlipat ganda pada individu yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung koroner, hipertensi, atau faktor risiko lain seperti kebiasaan merokok dan obesitas. Bagi kelompok rentan ini, stres emosional yang ekstrem bisa memicu pecahnya plak di pembuluh darah atau gangguan irama jantung yang fatal.
Selain faktor emosi, kebiasaan pendukung saat menonton juga ikut memperburuk risiko. Begadang hingga larut malam, mengonsumsi camilan tinggi garam dan lemak, serta mengonsumsi minuman berkafein atau alkohol saat menonton bareng (nobar) turut menaikkan beban kerja jantung.
Untuk menikmati pertandingan dengan aman, ada beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan:
- Kelola Ekspektasi: Ingatlah bahwa sepak bola hanyalah sebuah permainan. Hindari memikirkan hasil pertandingan secara berlebihan hingga merusak suasana hati.
- Kenali Sinyal Tubuh: Jika dada terasa sesak, nyeri yang menjalar ke lengan atau leher, keringat dingin, atau pusing saat menonton, segera menjauh dari layar kaca dan istirahat. Jangan ragu mencari bantuan medis.
- Pilih Camilan Sehat: Ganti keripik asin dan minuman manis dengan air putih serta camilan yang lebih bersahabat bagi jantung.
- Tetap Aktif: Jangan duduk terpaku selama 90 menit penuh. Lakukan peregangan ringan atau berjalan-jalan kecil saat jeda babak pertama.
Menonton sepak bola memang memiliki efek nyata terhadap kesehatan jantung akibat lonjakan emosi dan hormon stres. Bagi penonton yang sehat, efek ini cenderung aman, namun bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan jantung, pertandingan yang menegangkan bisa menjadi ancaman serius yang memerlukan kewaspadaan ekstra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....