lima Tanda Mata Butuh Istirahat di tengah Maraton Nobar Bola

  • 23 Jun 2026 13:38 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Menonton maraton pertandingan sepak bola terutama saat turnamen besar atau laga penentu juara memang menyuguhkan keseruan yang sulit dilewatkan. Mata kita dipaksa fokus menatap layar televisi, laptop, atau layar lebar selama berjam-jam untuk mengikuti pergerakan bola yang dinamis dan cepat.

Namun, terlalu asyik menyimak jalannya pertandingan sering kali membuat kita abai pada kesehatan indra penglihatan. Ketegangan mata akibat paparan layar digital (computer vision syndrome) sangat rentan terjadi. Jika Anda sedang maraton nonton bareng (nobar), waspadai 5 tanda dari tubuh berikut yang menunjukkan bahwa mata Anda sudah mencapai batasnya dan butuh istirahat:

1. Frekuensi Berkedip Berkurang dan Mata Terasa Kering

Saat konsentrasi penuh mengawal tim kesayangan menyerang ke area penalti lawan, kita cenderung menahan kedipan tanpa sadar. Normalnya, manusia berkedip sekitar 15-20 kali per menit, namun intensitas ini bisa merosot hingga setengahnya saat menatap layar. Kurangnya kedipan membuat lapisan air mata cepat menguap, menyebabkan permukaan mata terasa kering, perih, dan muncul sensasi seperti berpasir.

2. Pandangan Mulai Kabur atau Berbayang

Apakah Anda mulai kesulitan membaca papan skor digital di pojok layar, atau melihat pergerakan pemain tampak sedikit berbayang? Ini adalah sinyal kuat bahwa otot-otot fokus di dalam mata Anda mengalami kelelahan akut (akomodasi mata melemah). Memaksakan mata terus menatap layar dalam kondisi ini hanya akan memperparah ketegangan saraf mata.

3. Mata Memerah dan Terasa Panas

Pembuluh darah kecil di bagian putih mata (sklera) akan melebar dan menegang akibat kekurangan pelumas alami dan paparan cahaya biru (blue light) dalam jangka panjang. Efeknya, mata Anda akan terlihat memerah dan timbul sensasi hangat atau panas yang tidak nyaman di area kelopak mata.

4. Muncul Sakit Kepala di Area Sekitar Alis atau Pelipis

Kelelahan mata tidak hanya berpusat pada bola mata itu sendiri. Ketika otot mata bekerja terlalu keras untuk memfokuskan pandangan pada objek bergerak di layar yang minim pencahayaan (terutama saat nobar malam hari dengan lampu ruangan dimatikan), ketegangan tersebut menjalar hingga ke otot wajah dan kepala. Sakit kepala tumpul di sekitar dahi, pelipis, atau di belakang mata adalah gejala penyertanya.

5. Sensitivitas Terhadap Cahaya Meningkat (Silau)

Ketika mata sudah terlalu lelah, Anda akan merasa lampu ruangan atau tingkat kecerahan (brightness) layar televisi terasa jauh lebih menusuk dan menyilaukan dari biasanya. Respons protektif ini menandakan bahwa retina mata sudah jenuh menerima stimulasi cahaya terus-menerus dan membutuhkan kegelapan sementara untuk memulihkan diri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....