Kenapa Korban Kecelakaan Kereta Diberi Infus saat Evakuasi
- 30 Apr 2026 09:52 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Dalam situasi darurat seperti kecelakaan kereta api, kita sering melihat petugas medis atau tim evakuasi segera memasang botol infus pada korban, bahkan sebelum mereka dipindahkan ke ambulans. Tindakan ini bukan sekadar prosedur formal, melainkan langkah krusial yang menentukan antara hidup dan mati. Dirangkum dari berbagai sumber salah satunya dari situs idntimes.com berikut kenapa korban kecelakaan kereta diberi infus saat evakuasi. Berikut adalah alasan medis mengapa pemberian infus menjadi prioritas utama saat evakuasi korban kecelakaan:
1. Mencegah dan Menangani Syok Hipovolemik Penyebab kematian tertinggi pada kecelakaan transportasi adalah perdarahan hebat. Saat tubuh kehilangan banyak darah atau cairan, tekanan darah akan merosot drastis, menyebabkan organ vital seperti otak dan jantung kekurangan oksigen. Kondisi ini disebut syok hipovolemik. Infus berfungsi untuk menggantikan volume cairan tubuh yang hilang secara cepat agar sirkulasi darah tetap terjaga.
2. Penanganan Crush Syndrome (Sindrom Remuk) Pada kecelakaan kereta, sering kali ada korban yang terjepit di antara puing gerbong. Ketika bagian tubuh yang terjepit dilepaskan saat evakuasi, racun dari jaringan otot yang rusak (seperti mioglobin dan kalium) dapat terlepas dan mengalir ke seluruh tubuh, yang berisiko menyebabkan gagal ginjal mendadak. Cairan infus diperlukan untuk "mencuci" racun tersebut melalui sistem kemih dan menjaga fungsi ginjal tetap stabil.
3. Jalur Cepat Masuknya Obat-obatan Dalam kondisi kritis, memberikan obat secara oral (diminum) sangat tidak memungkinkan karena risiko tersedak atau penurunan kesadaran. Jarum infus yang sudah terpasang berfungsi sebagai "gerbang utama" bagi tenaga medis untuk memasukkan obat-obatan darurat, seperti: Antinyeri kuat (untuk meredakan trauma hebat). Obat penghenti perdarahan. Obat penstabil detak jantung.
4. Menstabilkan Kondisi Selama Mobilisasi Proses evakuasi dari lokasi kejadian ke rumah sakit sering kali memakan waktu dan melibatkan medan yang sulit. Guncangan selama perjalanan dapat memperburuk kondisi fisik korban. Infus memastikan kondisi fisiologis korban tetap stabil (statis) selama proses pemindahan, sehingga korban sampai di unit gawat darurat dalam keadaan yang masih bisa ditangani.
5. Menjaga Akses Vena Sebelum Kolaps Saat seseorang mengalami syok berat, pembuluh darah vena cenderung "kempes" atau kolaps karena tekanan darah yang terlalu rendah. Jika petugas medis menunggu sampai di ambulans atau rumah sakit untuk memasang infus, pembuluh darah mungkin sudah sangat sulit ditemukan. Pemasangan infus sedini mungkin di lokasi kejadian memastikan jalur medis tetap terbuka sebelum pembuluh darah sulit diakses.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....