Kenali Gejala Tumor Payuara sebelum Menyesal
- 06 Mar 2026 07:32 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Mengenali kesehatan payudara sendiri adalah langkah awal yang sangat krusial dalam deteksi dini, tidak semua benjolan berarti kanker, namun memahami perbedaan antara benjolan biasa (seperti kista atau fibroadenoma) dengan tumor yang berpotensi ganas sangatlah penting. Dirangkum dari beberapa sumber diantaranya dari situs alodokter.com berikut gejala yang perlu Anda ketahui tentang tumor payudara.
Berikut adalah 5 ciri benjolan tumor payudara yang perlu Anda waspadai:
1. Tekstur Benjolan yang Keras dan Kaku
Benjolan yang bersifat jinak biasanya terasa kenyal atau lunak seperti karet. Sebaliknya, tumor yang berpotensi berbahaya cenderung terasa sangat keras, padat, dan tidak rata saat diraba. Jika Anda merasakan ada sesuatu yang sekeras batu di bawah kulit, segera lakukan pemeriksaan medis.
2. Benjolan Tidak Dapat Digerakkan (Terpaku)
Cobalah untuk mendorong benjolan tersebut dengan jari.
Tumor Jinak: Biasanya bersifat mobile atau bisa bergeser sedikit saat ditekan.
Tumor Ganas: Cenderung melekat pada jaringan di sekitarnya, sehingga terasa "tertanam" dan tidak bergerak sama sekali saat disentuh.
3. Tepi Benjolan Tidak Rata
Tumor yang berbahaya umumnya tidak memiliki batas yang jelas. Jika tumor jinak biasanya berbentuk bulat atau lonjong sempurna (seperti kelereng), tumor yang dicurigai kanker seringkali memiliki tepi yang kasar, berbenjol-benjol, atau bentuk yang asimetris.
4. Perubahan pada Kulit di Atas Benjolan
Perhatikan kulit di area benjolan tersebut. Ciri-ciri bahaya meliputi:
Kulit yang tampak berlesung (seperti ditarik dari dalam).
Tekstur kulit yang berubah menjadi kasar dan pori-porinya membesar menyerupai kulit jeruk (peau d'orange).
Adanya kemerahan atau rasa panas yang tidak kunjung hilang.
5. Tidak Disertai Rasa Nyeri (Awalnya)
Ini adalah fakta yang sering mengecoh. Banyak orang menunda ke dokter karena benjolan tersebut tidak terasa sakit. Padahal, pada tahap awal, kanker payudara justru seringkali muncul tanpa rasa nyeri. Rasa nyeri biasanya baru muncul jika tumor sudah menekan saraf atau jaringan sekitarnya secara signifikan.
Langkah SADARI dan SADANIS
Meskipun ciri-ciri di atas bisa menjadi panduan, diagnosis pasti tidak bisa dilakukan hanya dengan perabaan sendiri.
SADARI: Periksa Payudara Sendiri secara rutin setiap bulan (biasanya 7-10 hari setelah menstruasi).
SADANIS: Periksa Payudara Klinis oleh tenaga medis melalui USG payudara atau Mammografi jika ditemukan kecurigaan.
Ingat: Deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan. Jangan menunggu hingga muncul gejala yang lebih parah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....