Peran Keluarga Hadir Untuk Memutus Mata Rantai TBC

  • 11 Nov 2025 09:46 WIB
  •  Kaimana

KBRN,Kaimana : Upaya memutus rantai penularan Tuberkulosis (TBC) ternyata dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dan nyata di rumah serta lingkungan sekitar kita, hal ini dikarenakan Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. TBC yang menyebar melalui udara, terutama saat penderita batuk atau bersin, menuntut kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Demikian penyampaian Jubair Rumakat,S.Km.,M.M Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, dalam dialog RRI Kaimana, Selasa (11/11/2025). Dikatakan masyarakat atau keluarga yang diagnosis positf TBC seharusnya diberikan edukasi, teapi juga bagi keluarga. Peran Keluarga penting agar pasien tidak merasa dikucilkan sehingga terhindar dari stigma negatif masyarakat. Selain itu peran lintas sektor harus memainkan perannya karena untuk memutus rantai TBC butuh kerja sama setiap pihak yang saling berkaitan erat.

“Saya berharap jika ada pasien yang sudah memang positif harus minum obat sampai tuntas sehingga tidak naik ke kategori dua , dan juga keluarga yang mengetahui ada pasien dalam rumah harus memperlakukan mereka dengan baik dan menjauhkan pasien dari stigma negative , saya berharap bahwa kita ingin mencapai eliminasi TBC, jadi salah satunya juga adalah dukungan lintas sektor dibutuhkan,”ujar Jubair Rumakat.

Sementara Penanggungjawab TBC pada Dinas Kesehatan Kaimana Yohanes F Pelita menyampaikan edukasi dan sosialisasi perlu terus dilakukan bagi masyarakat mulai dari tingkat RT/RW. Selain edukasi di setiap pelayanan kesehatan, penyebaran informasi juga melalui media liflet dan poster. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesdaran bagi masyarakat serta mengajak masyarakat bersama-sama memberantas TBC menuju eliminasi TBC pada 2030.

“edukasi harus terus diberikan ,juga mendukung warga yang sedang berobat , masyarakat bisa membantu melaporkan ke puskesmas jika ada warga yang memiliki gejala-gejala TBC , peran masyarakat dibutuhkan untuk kita bersama-sama dapat mencapai eliminasi TBC pada 2030,” harap Yohanes pelita.

Dengan perhatian semua pihak baik keluarga dan masyarakat tetapi juga pemerintah dalam hal ini lintas sektor maka kita dapat membawa kabupaten kaimana menuju elimiasi Tuberkulosis (TBC)pada tahun 20230.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....