Bimtek KKP: Gender Bukan Penghalang Majukan Laut Nusantara
- 25 Jul 2025 17:52 WIB
- Kaimana
KBRN, Kaimana : Di tengah riuh gelombang perubahan dan tantangan sektor perikanan nasional, harapan baru lahir dari sudut timur Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, menegaskan arah pembangunan yang tak lagi memandang perbedaan gender sebagai batas kontribusi.
Bimtek yang difokuskan pada penguatan kelembagaan usaha, manajemen keuangan, dan pemasaran produk perikanan ini tak sekadar rutinitas pelatihan. Ia menjadi ruang strategis mempertemukan nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha perikanan, baik laki-laki maupun perempuan, dalam satu kesetaraan visi: membangun laut, menjaga pangan, dan merawat masa depan.
Fungsional Perencana Muda dari Biro Perencanaan Setjen KKP, Paramitha Prima Kusumawati, menjadi penggerak semangat tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa partisipasi aktif seluruh pelaku usaha sangat vital untuk memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pelaku usaha, tanpa memandang gender, memiliki akses dan peluang yang setara untuk terlibat, berkembang, dan mendapatkan manfaat dari pembangunan sektor ini,” tegas Paramitha.
Lebih dari sekadar program, kegiatan ini mencerminkan transformasi paradigma pembangunan kelautan nasional dari pendekatan berbasis teknokrasi menuju pembangunan yang menempatkan manusia, komunitas, dan nilai keberlanjutan sebagai pusatnya.
Peserta kegiatan berasal dari beragam kampung pesisir di wilayah Kaimana. Mereka tak hanya menerima materi teknis, tetapi juga diajak membangun jejaring dan strategi bersama untuk menjangkau pasar lebih luas. Sentuhan digitalisasi dan praktik keuangan sehat menjadi bekal baru dalam mengarungi usaha berbasis laut.
Langkah KKP ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu membuka jalan bagi pelibatan kelompok rentan, khususnya perempuan, dalam arus utama ekonomi perikanan yang selama ini didominasi oleh struktur maskulin.
Dengan pendekatan seperti ini, wajah sektor perikanan Indonesia mulai berubah — lebih inklusif, partisipatif, dan menyentuh denyut komunitas akar rumput.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....