Perpustakaan Kaimana Hadirkan Taman Baca Inklusif Sosial
- 23 Mei 2025 18:05 WIB
- Kaimana
KBRN, Kaimana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kaimana kini tengah menjalankan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sebagai bagian dari pendekatan baru dalam menghadirkan perpustakaan yang terbuka, kreatif, dan menyenangkan bagi masyarakat.
Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan akses buku, tetapi juga melibatkan kegiatan interaktif yang bersifat sosial, budaya, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Inklusi sosial adalah upaya memastikan setiap orang, terlepas dari latar belakangnya, memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dirinya,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kaimana, Amir Furu, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat (24/5/2025).
Sebagai bagian dari program ini, Dinas Perpustakaan telah membuka Taman Baca di Taman Kota Jokowi Iryani, yang dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat dari semua kalangan. Di taman baca tersebut, selain tersedia beragam buku bacaan, juga diadakan berbagai kegiatan seperti senam, tari, dan dongeng.
Senam sehat akan dijadwalkan rutin setiap Sabtu pukul 16.00 WIT, sebagai sarana menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat interaksi sosial. Sementara itu, kegiatan tari dirancang sebagai media ekspresi budaya dan kreativitas, serta akan dilaksanakan setiap hari Minggu.
Kegiatan mendongeng juga menjadi bagian dari upaya literasi dini, yang akan dilaksanakan sesuai jadwal kunjungan dari kelompok pemustaka.
“Bagi kelompok yang ingin menikmati layanan dongeng, harus menyampaikan surat permohonan terlebih dahulu agar materi bisa kami siapkan dengan baik,” jelas Amir Furu.
Dinas juga menyediakan buku-buku khusus bagi masyarakat yang telah terdaftar sebagai anggota taman baca, sehingga akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan dapat dijangkau secara adil.
“Perpustakaan bukan milik segelintir orang, tapi milik bersama. Lewat pendekatan inklusif ini, kami ingin masyarakat merasa dihargai, diakui, dan memiliki ruang untuk berpartisipasi,” tegas Amir.
Hingga berita ini diturunkan, taman baca inklusif tersebut telah resmi dibuka untuk umum dan menjadi salah satu ruang literasi dan interaksi sosial baru di tengah Kota Kaimana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....