Data 32 Ribu OAP Kaimana Jadi Dasar Penguatan Layanan Kependudukan

  • 30 Sep 2026 19:01 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana – Akurasi data kependudukan menjadi salah satu kunci dalam menentukan arah pembangunan di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Data yang valid tidak hanya dibutuhkan untuk penerbitan dokumen administrasi, tetapi juga menjadi pijakan dalam menetapkan sasaran berbagai program pemerintah.

Asisten I Setda Kaimana, Yacob Ahimza Irre Warere, mengatakan penguatan layanan administrasi kependudukan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas data masyarakat. Pemerintah membutuhkan informasi kependudukan yang akurat agar kebijakan dan pelayanan dapat diberikan sesuai kondisi serta kebutuhan warga.

Berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Yacob menyebut sekitar 32 ribu Orang Asli Papua (OAP) di Kaimana telah tercatat dalam sistem administrasi kependudukan.

Menurutnya, keberadaan data tersebut perlu terus diperbarui dan dijaga akurasinya. Hal ini menjadi tantangan bagi para operator yang berada di lapangan, khususnya dalam memastikan setiap perubahan data penduduk dapat tercatat melalui sistem yang tersedia.

"Karena itu, peningkatan kapasitas operator menjadi bagian penting dalam penguatan pelayanan. Mereka tidak hanya dituntut memahami prosedur administrasi kependudukan, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi serta memahami penerapan Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI)," Ujarnya saat membuka kegiatan Bimtek dihotel grand papua Selasa, 29 September 2026.

Yacob meminta peserta Bimbingan Teknik (Bimtek) tidak sekadar mengikuti kegiatan sebagai rutinitas. Menurutnya, forum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperbarui pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Manfaatkan ruang dan proses Bimtek ini untuk mendapatkan ilmu dan informasi baru, khususnya dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil,” pungkasnya.

Penguatan sistem tersebut dinilai semakin penting karena pelayanan kependudukan mulai diarahkan lebih dekat kepada masyarakat melalui distrik. Dengan dukungan operator yang memiliki kemampuan memadai, proses pelayanan sekaligus pemutakhiran data diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan akurat.

Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan informasi penduduk. Data kependudukan yang dikelola secara baik diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh dokumen, tetapi juga membantu pemerintah memastikan perencanaan pembangunan memiliki basis data yang jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....