Tim Gabungan Bergerak ke Kensi Tangani Kebakaran Hutan
- 14 Sep 2026 13:49 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana — Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi bersama tim gabungan dijadwalkan bertolak menuju Kampung Kensi, Distrik Arguni Atas, Kabupaten Kaimana, Senin 14 September 2026, pukul 14.00 WIT. Keberangkatan tersebut untuk meninjau langsung kebakaran hutan yang masih berlangsung hingga saat ini.
Tim yang dilibatkan dalam penanganan tersebut terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), kehutanan, TNI/Polri, serta Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Kepala BPBD Kabupaten Kaimana Hans J.M. Litaay mengatakan tim telah mempersiapkan sejumlah peralatan untuk membantu proses pemadaman di lokasi terdampak.
“Peralatan yang kami siapkan yakni tiga buah alkon lengkap dengan selang. Ada juga bantuan selang dari Damkar Kaimana, alat potong dan masker yang nantinya dibagikan kepada warga di Kampung Kensi,” kata Hans saat dikonfirmasi RRI melalui telepon selulernya, Senin (14/9/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini api belum masuk ke kawasan permukiman Kampung Kensi. Masyarakat setempat telah melakukan langkah antisipasi dengan memadamkan kobaran yang berada di sekitar tempat tinggal warga.
Menurut Hans, titik api kini muncul di wilayah Kampung Borobergа dan Eregara. Warga Kensi masih bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah api semakin meluas.
“Untuk Kampung Kensi, api belum masuk sampai ke permukiman karena masyarakat sudah mengantisipasi. Api yang dekat dengan pemukiman sudah dipadamkan,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, tim akan melakukan pengecekan menyeluruh untuk mengetahui kondisi terkini. Pemeriksaan tersebut mencakup perkiraan luas area yang terbakar, kemungkinan adanya korban, serta kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
Hasil peninjauan nantinya menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk kebutuhan personel dan peralatan yang diperlukan untuk mengendalikan kobaran.
Hans mengatakan sebenarnya terdapat sejumlah sumber air berupa sungai di sekitar Kampung Kensi. Namun, keterbatasan peralatan membuat masyarakat masih mengandalkan cara manual dengan menimba air menggunakan ember untuk memadamkan api.
“Kami kasihan melihat masyarakat harus bolak-balik menggunakan peralatan seadanya untuk mengambil air dan memadamkan api. Kami berharap api bisa segera dipadamkan,” katanya.
Pemerintah daerah berharap keterlibatan tim gabungan bersama masyarakat dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman dan wilayah lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....