DP3A Kaimana Catat 81 Kasus Kekerasan Anak, Kesehatan Mental Jadi Sorotan
- 04 Agt 2026 14:35 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kaimana, Papua Barat, mencatat sebanyak 81 kasus kekerasan terhadap anak hingga akhir 2025. Data tersebut menjadi peringatan bahwa masih banyak anak yang membutuhkan perhatian serius, terutama dalam aspek tumbuh kembang, kesehatan mental, dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.
Hal itu disampaikan Kepala DP3A Kabupaten Kaimana, Olivia Ansanay, saat memberikan sambutan pada perayaan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di Gedung Serbaguna PAUD R.A. Muslimah NU, Kaimana.
Dalam kesempatan tersebut, Olivia memaparkan hasil pendataan psikososial anak yang dilakukan sepanjang 2026. Sebanyak 26.300 anak telah berhasil didata, dengan 163 anak dipilih sebagai sampel untuk melihat kondisi psikososial secara lebih mendalam.
Berdasarkan hasil asesmen, sekitar 50,31 persen anak berada pada kategori normal dengan perkembangan yang baik. Namun, sebanyak 28,22 persen lainnya masuk kategori borderline atau membutuhkan perhatian khusus karena mulai menunjukkan berbagai gejala kesulitan emosional dan perilaku.
"Sebanyak 28,22 persen anak masuk kategori borderline atau membutuhkan perhatian khusus. Mereka mulai menunjukkan gejala kesulitan emosional, seperti mudah cemas, mudah marah, sering membantah, sulit berkonsentrasi saat belajar, hingga cenderung menarik diri dari lingkungan pergaulan," ungkap Olivia.
Selain itu, hasil pendataan juga menunjukkan sebanyak 21,47 persen anak berada pada kategori abnormal sehingga memerlukan intervensi secara cepat dan berkelanjutan. Kondisi tersebut ditandai dengan penurunan prestasi belajar, kesulitan membangun hubungan sosial, sering terlibat konflik, kehilangan rasa percaya diri, hingga menurunnya aktivitas sehari-hari.
Menurut Olivia, temuan tersebut menjadi indikator bahwa persoalan yang dihadapi anak tidak hanya berkaitan dengan kekerasan fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan emosional, perilaku, hiperaktivitas, dan hubungan sosial yang memerlukan penanganan bersama.
"Data ini menunjukkan masih banyak anak yang membutuhkan perhatian serius, terutama terkait perilaku, hiperaktivitas, kesehatan emosional, dan hubungan sosial dengan teman sebaya," jelasnya.
Ia menegaskan, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Kaimana dalam memperkuat berbagai program perlindungan anak, sekaligus meningkatkan upaya pencegahan melalui pelibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar mampu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....