Pembebasan Lahan Jadi Kendala Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kaimana
- 03 Agt 2026 11:58 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, masih menghadapi kendala pembebasan lahan di sejumlah kampung. Meski demikian, pembangunan gerai di Kampung Trikora kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian dan menjadi yang paling maju dibandingkan kampung lainnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop) Kabupaten Kaimana, Barent Tumanat, mengatakan Gerai Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk memperkuat perekonomian desa dan kelurahan melalui pengembangan unit usaha yang dikelola koperasi.
Menurutnya, gerai tersebut nantinya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan menyediakan berbagai layanan, seperti usaha sembako, simpan pinjam, hingga penyediaan sarana produksi pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat kampung.
Barent menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 84 kampung di Kabupaten Kaimana telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, dari jumlah tersebut, baru Gerai Koperasi Merah Putih di Kampung Trikora yang progres pembangunannya hampir rampung.
"Untuk wilayah Kaimana secara umum koperasinya sudah terbentuk di hampir 84 kampung, namun yang gerainya sudah dianggap hampir selesai saat ini baru di Kampung Trikora," jelas Barent.
Sementara itu, pembangunan gerai di Kampung Coa masih berada pada tahap penataan lahan. Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat penyelesaian proses tersebut agar pembangunan fisik dapat segera dimulai dan menyusul progres yang telah dicapai di Kampung Trikora.
Barent mengakui bahwa persoalan pembebasan lahan masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di sejumlah kampung. Proses penyediaan lahan membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak sehingga memerlukan waktu lebih lama dibandingkan tahapan pembangunan fisik.
"Kendala terbesar yang kami hadapi adalah masalah pembebasan lahan. Ini menjadi salah satu hambatan dalam pembangunan gerai koperasi," ungkapnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kaimana tetap optimistis pembangunan gerai koperasi di seluruh kampung dapat direalisasikan secara bertahap. Keberadaan gerai tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Terkait peluncuran Gerai Koperasi Merah Putih di Kampung Trikora, Barent mengatakan hingga kini masih menunggu hasil koordinasi dengan Kodim 1804/Kaimana sebagai pelaksana pembangunan fisik. Penentuan jadwal peresmian akan disesuaikan dengan kesiapan seluruh pihak yang terlibat.
"Waktu peluncuran masih menunggu kesepakatan bersama dan akan dikoordinasikan kembali dengan semua pihak, diselaraskan dengan agenda nasional yang dijadwalkan pada bulan Agustus," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....