DKPP Kaimana Akui Belum Miliki Parameter Teknis Ukur Dampak El Nino
- 07 Jul 2026 15:29 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengakui hingga kini pemerintah daerah belum memiliki variabel maupun barometer teknis yang mampu mengukur secara pasti dampak fenomena El Nino terhadap kebutuhan air tanaman maupun potensi produksi sektor pertanian.
Pernyataan tersebut disampaikan Alexander Furay kepada sejumlah awak media. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem mitigasi sektor pertanian di Kabupaten Kaimana masih menghadapi keterbatasan data ilmiah yang dapat dijadikan dasar dalam menyusun kebijakan menghadapi perubahan iklim.
Ia menjelaskan, ancaman perubahan iklim yang terjadi secara berulang setiap tahun seharusnya dapat diantisipasi melalui perencanaan jangka panjang. Langkah tersebut antara lain dilakukan dengan menyusun kalender tanam yang adaptif, memperkuat sistem informasi iklim pertanian, serta menyediakan teknologi pendukung yang dapat membantu petani menghadapi perubahan cuaca.
"Perubahan iklim bukan lagi persoalan baru. Karena itu, perlu adanya sistem yang mampu mengukur dampaknya secara lebih akurat agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," ujarnya.
Alexander menilai kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tanpa adanya parameter teknis yang jelas, imbauan kewaspadaan kepada masyarakat berpotensi hanya menjadi peringatan yang bersifat umum dan belum diikuti solusi konkret yang dapat langsung diterapkan oleh para petani.
Meski demikian, berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, fenomena El Nino di Kabupaten Kaimana belum memberikan dampak yang signifikan terhadap produksi pertanian masyarakat.
Ia menjelaskan, karakter geografis Kabupaten Kaimana yang memiliki kadar air tanah relatif tinggi masih mampu membantu tanaman bertahan dan beradaptasi terhadap perubahan cuaca, sehingga dampak kekeringan tidak sebesar yang terjadi di sejumlah daerah lain.
Namun demikian, Alexander mengingatkan bahwa beberapa wilayah tetap perlu melakukan langkah-langkah antisipasi, salah satunya dengan memilih dan menanam varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering agar risiko gagal panen dapat diminimalkan.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani, agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan iklim serta menyesuaikan pola tanam sesuai kondisi cuaca yang berkembang.
"Petani perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan melakukan penyesuaian pola tanam agar produksi tetap terjaga. Upaya antisipasi sejak dini akan lebih efektif dibandingkan penanganan setelah dampak terjadi," katanya.
Ke depan, Alexander berharap pemerintah daerah tidak hanya menyampaikan imbauan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat sistem mitigasi perubahan iklim yang berbasis data ilmiah. Dengan demikian, ketahanan pangan daerah dapat terjaga secara berkelanjutan dan para petani memiliki kepastian dalam mengambil keputusan menghadapi dinamika iklim yang terus berubah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....