Dishub Kaimana Nilai Tiga Kapal Perintis Ideal Layani Masyarakat
- 10 Jun 2026 16:34 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kaimana, Daniel Irto Batto, menegaskan kondisi geografis Kabupaten Kaimana yang didominasi wilayah perairan membutuhkan dukungan armada transportasi laut yang memadai guna menjamin pelayanan masyarakat berjalan optimal hingga ke kampung-kampung terpencil.
Kepada RRI.CO.ID di ruang kerjanya, Daniel mengatakan idealnya Pemerintah Kabupaten Kaimana memiliki sedikitnya tiga kapal perintis subsidi untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat yang tersebar di berbagai distrik.
“Dengan kondisi wilayah Kaimana yang sebagian besar laut dan jarak antardistrik cukup jauh, idealnya pemerintah daerah memiliki minimal tiga kapal perintis subsidi agar pelayanan masyarakat berjalan efektif dan tidak menimbulkan waktu tunggu yang lama,” ujarnya.
Menurut Daniel, rencana pengoperasian dua kapal perintis subsidi yang menjadi bagian dari visi dan misi kepala daerah merupakan langkah awal yang positif dalam menjawab kebutuhan transportasi masyarakat. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum cukup untuk menjangkau seluruh wilayah pelayanan yang ada.
“Dua kapal tentu sudah membantu, tetapi untuk menjangkau 46 kampung di tujuh distrik, jumlah itu masih belum maksimal. Armada tambahan sangat diperlukan supaya pelayanan lebih merata dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan, program subsidi kapal perintis bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemudahan akses transportasi dan distribusi hasil produksi lokal dari kampung ke pusat perdagangan di Kota Kaimana.
Menurut Daniel, kebijakan subsidi yang diberikan pemerintah daerah memungkinkan masyarakat mengangkut hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan tanpa dibebani biaya transportasi.
“Bapak Bupati memberikan subsidi agar masyarakat bisa membawa hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan ke kota tanpa terbebani biaya. Tidak ada tiket barang maupun penumpang, semuanya gratis sehingga masyarakat bisa menjual hasilnya dengan harga yang wajar,” jelasnya.
Terkait operasional kapal perintis, Daniel mengungkapkan bahwa pemerintah daerah pada tahun ini telah menambah satu armada baru sehingga total kapal yang disiapkan menjadi dua unit. Namun, kedua kapal tersebut belum dapat beroperasi karena masih menunggu proses pelelangan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tahun lalu waktu APBD Perubahan sangat singkat sehingga hanya satu kapal yang tersedia. Tahun ini sudah dua kapal, tetapi harus melalui proses lelang terlebih dahulu sebelum melayani masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mendorong penerapan sistem kontrak multiyears atau tahun jamak untuk layanan kapal perintis subsidi. Menurutnya, skema tersebut akan memberikan kepastian pelayanan dan menghindari hambatan operasional akibat proses penganggaran yang harus dilakukan setiap tahun.
Selain itu, aspek kelayakan berlayar dan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan transportasi laut bersubsidi.
Mengenai trayek pelayaran, Daniel menjelaskan bahwa penentuan rute dilakukan berdasarkan hasil survei lapangan dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di masing-masing distrik.
“Contohnya wilayah Mairasi di Distrik Kaimana Kota dipusatkan di Kampung Loba karena tersedia dermaga, sementara wilayah Etna dan Yamor dipusatkan di Kampung Weripi,” katanya.
Ia berharap keberadaan kapal perintis subsidi dapat memperkuat konektivitas antarkampung dan distrik, memperlancar distribusi barang serta hasil produksi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Kaimana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....