Kasus Dugaan Pencabulan di Kaimana Meningkat, Jadi Perhatian Polisi
- 13 Apr 2026 18:46 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Kepolisian Resor Kaimana mengungkapkan adanya peningkatan laporan tindak pidana yang berkaitan dengan perempuan dan anak dalam beberapa waktu terakhir, termasuk dugaan kasus pencabulan yang kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Kaimana melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) IPTU Tri Sukma Adimasworo saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin 13 April 2026
Menurutnya, secara umum laporan polisi menunjukkan tren meningkatnya kasus yang melibatkan perempuan dan anak sebagai korban.
“Secara umum memang terjadi peningkatan tindak pidana yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Akhir-akhir ini cukup banyak kasus perbuatan asusila terhadap anak,” ujarnya.
Ia menilai sebagian besar kasus berawal dari kurangnya pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun penggunaan waktu di luar rumah.
Kasat Reskrim mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan, tidak hanya pada malam hari, tetapi juga pada waktu-waktu lain yang dinilai rawan.
“Jam rawan kejadian tidak selalu malam. Banyak kasus bermula karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak,” katanya.
Ia bahkan mengungkapkan, dalam beberapa perkara, pelaku justru berasal dari lingkungan terdekat korban, termasuk keluarga sendiri maupun orang yang dikenal korban.
“Kita temukan juga ada kasus yang pelakunya orang dekat. Akhirnya anak menjadi korban,” tambahnya.
Kasat Reskrim menekankan bahwa dampak kejahatan seksual terhadap anak tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis jangka panjang yang dapat memengaruhi masa depan korban.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan lingkungan sosial.
“Kita semua punya peran. Mulai dari keluarga, lingkungan tetangga, sampai masyarakat luas harus ikut mengawasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaku kejahatan tidak memandang profesi maupun status sosial, bahkan beberapa kasus dipicu oleh pengaruh minuman keras.
“Jangan biarkan pelaku perbuatan tercela bertindak bebas. Pencegahan harus dilakukan bersama,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....