SSB Rajawali Muda Kaimana Mulai Cetak Bibit Sepak Bola sejak Dini

  • 22 Sep 2026 07:35 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana — Upaya mencetak generasi pesepak bola masa depan di Kabupaten Kaimana mulai digerakkan dari kelompok usia dini. Sekolah Sepak Bola (SSB) Rajawali Muda Kaimana menggelar turnamen kelompok usia 8-9 tahun di Stadion Triton Kaimana, Sabtu 19 September 2026.

Turnamen tersebut bukan sekadar ajang kompetisi bagi anak-anak, tetapi menjadi bagian dari langkah SSB Rajawali Muda dalam memberikan ruang kepada pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding sejak usia dini.

Ketua SSB Rajawali Muda Kaimana, Riky Eramuri, mengatakan turnamen secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak usia 8-9 tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat anak untuk serius mengembangkan bakatnya di dunia sepak bola. “Ya, ini murni untuk adik-adik yang usia 8-9 tahun. Ini untuk menggairahkan mereka untuk fokus di dunia sepak bola,” kata Riky saat membuka turnamen di Stadion Triton Kaimana.

Menurut Riky, pembinaan pemain muda tidak cukup hanya dilakukan melalui latihan rutin. Karena itu, SSB Rajawali Muda mulai berinisiatif menggelar event pertandingan agar para pemain memperoleh pengalaman bermain dan terbiasa menghadapi situasi kompetisi.

“Jadi kita selain melatih dan punya sekolah sepak bola, tapi jarang dibuat event atau tidak pernah dibuat event. Sehingga SSB sendiri berinisiatif untuk membuat event tersebut,” ujarnya. Turnamen U-8/U-9 kali ini diikuti lima tim, yakni Lapindo FC, Bintang Timur Pasir Lombo, SD Negeri Matoa serta dua tim dari SSB Rajawali Muda Kaimana.

Seluruh peserta bertanding menggunakan sistem kompetisi penuh. Setiap tim saling berhadapan sebanyak dua kali sehingga seluruh pemain memiliki kesempatan yang sama untuk tampil, menguji kemampuan dan belajar dari pertandingan. “Event turnamen saat ini diikuti oleh lima tim. Pertandingannya kita buat dalam sistem kompetisi penuh, di mana setiap tim saling melawan dua kali. Jadi semua saling bertemu,” jelas Riky.

Panitia juga memberikan penghargaan tidak hanya kepada tim yang menempati posisi tiga besar. Sejumlah penghargaan individu turut disiapkan, di antaranya pemain terbaik, pencetak gol terbanyak atau top scorer, serta kiper terbaik.

Karena hanya melibatkan lima tim, seluruh rangkaian pertandingan ditargetkan selesai dalam satu hari. Pertandingan dibagi dalam dua sesi, yakni pagi dan sore, dengan seluruh laga berlangsung di Stadion Triton Kaimana.

Riky berharap perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia dini mendapat dukungan lebih besar dari Pemerintah Kabupaten Kaimana. Menurutnya, olahraga dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus menghindarkan mereka dari berbagai aktivitas dan pergaulan yang tidak diinginkan.

“Harapan saya, pemerintah lebih melihat generasi sepak bola, terutama anak-anak muda. Ada wadah untuk mereka, bangun kualitas mereka. Mungkin mereka punya hobi di situ, kita bangunkan mereka punya itu,” tuturnya.

SSB Rajawali Muda Kaimana tidak berhenti pada turnamen U-8/U-9. Setelah kegiatan ini, pembinaan akan dilanjutkan melalui event kelompok usia 8-10 tahun dan 11-13 tahun. Program tersebut kemudian diarahkan menuju pembentukan liga junior kelompok usia 14-15 tahun. Kompetisi direncanakan berlangsung setiap akhir pekan pada Jumat, Sabtu dan Minggu.

Rangkaian program itu diharapkan menjadi fondasi pembinaan sepak bola yang berkelanjutan di Kaimana, sehingga pemain muda tidak hanya memiliki kesempatan berlatih, tetapi juga memperoleh pengalaman kompetisi secara bertahap sesuai perkembangan usia mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....