Program TEKAD Dorong Warga Waho Olah Hasil Laut
- 15 Sep 2026 12:28 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana — Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) Tahun Anggaran 2026 di Kampung Waho, Distrik Kambrau, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan Kelompok Pengelola Bantuan (KPB) Demplot Waho berupa pelatihan pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah. Masyarakat diajarkan mengolah udang menjadi kerupuk sebagai salah satu produk potensial kampung.
Ketua Demplot Kampung Waho, Laura Astarida Kameubun, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah hasil laut agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah.
“Potensi perikanan di Kampung Waho cukup besar. Masyarakat perlu dibekali keterampilan agar hasil laut tidak hanya dijual mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi,” ujar Laura dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, selama ini sebagian hasil tangkapan berupa udang lebih banyak dipasarkan dalam kondisi segar. Pola tersebut membuat nilai ekonomi komoditas belum maksimal karena belum melalui proses pengolahan.
Melalui pembuatan kerupuk udang, masyarakat diharapkan dapat menciptakan produk baru yang memiliki nilai jual sekaligus membuka peluang usaha bagi keluarga di kampung.
Laura menjelaskan, kerupuk udang dipilih karena bahan bakunya relatif mudah diperoleh dari lingkungan sekitar. Selain itu, proses pembuatannya dapat dilakukan menggunakan peralatan sederhana sehingga memungkinkan dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.
Produk olahan tersebut juga dinilai memiliki peluang pasar apabila kualitas, kemasan, dan proses produksinya dikelola secara konsisten. Karena itu, keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan demonstrasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan serupa mendapat pendampingan lanjutan sehingga kemampuan warga dalam mengolah hasil perikanan terus berkembang. Peningkatan kualitas produk dinilai penting agar hasil produksi mampu memenuhi kebutuhan pasar dan menjadi salah satu produk unggulan Kampung Waho.
“Semoga melalui Program TEKAD, kapasitas masyarakat terus diperkuat agar potensi lokal dapat diolah secara produktif, membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Program TEKAD melalui kegiatan Demplot diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Kampung Waho dengan mengembangkan potensi perikanan menjadi produk bernilai tambah dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....