Pelatihan Olahan Sukun Tingkatkan Daya Saing UMKM Pangan Kaimana

  • 08 Jul 2026 16:05 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perindagkop UMKM) menggelar pelatihan produksi dan pengolahan hasil pangan lokal berbahan baku buah sukun yang diikuti 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kaimana, Dedy Djunaedi Ombaier, S.STP., M.Si., di Kaimana, Selasa 7 Juli 2026.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengembangkan produk pangan lokal yang bernilai tambah, memiliki kualitas yang baik, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kaimana, Baren Tumanat, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pelaku usaha kecil menjadi lebih inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan pasar.

Menurutnya, potensi pangan lokal yang dimiliki Kaimana perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kemampuan produksi dan pengelolaan usaha sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

"Dengan memanfaatkan teknologi dan manajemen usaha yang tepat, saya optimistis produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM) kita mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun nasional," ujar Baren.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai bekal untuk mengembangkan usaha sekaligus menciptakan produk pangan lokal yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi.

Sementara itu, Asisten II Setda Kaimana, Dedy Djunaedi Ombaier, menegaskan bahwa pembangunan sektor pangan merupakan salah satu prioritas nasional karena pangan merupakan kebutuhan dasar setiap warga negara.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kaimana berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan pangan lokal melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, kelompok tani, akademisi, dan masyarakat.

Menurut Dedy, salah satu komoditas lokal yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan adalah buah sukun. Selain memiliki kandungan gizi yang baik sebagai sumber karbohidrat, sukun juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

"Buah sukun memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan seperti tepung sukun, keripik, aneka kue, hingga berbagai produk pangan lainnya yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," katanya.

Ia menjelaskan, inovasi dalam pengolahan sukun tidak hanya mampu meningkatkan nilai jual komoditas lokal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diversifikasi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu.

Lebih lanjut, Dedy mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam seluruh proses usaha, mulai dari teknik produksi, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran produk pangan lokal yang memenuhi standar mutu, keamanan pangan, dan memiliki daya saing.

"Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang nantinya dapat diterapkan dalam usaha maupun di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dedy juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kaimana, para narasumber, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kaimana berharap lahir berbagai inovasi produk olahan berbahan baku sukun yang mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk pangan lokal Kaimana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....