Permintaan Pisang Timika Capai 60 Ton, Petani Kaimana Kewalahan Penuhi Pasokan
- 25 Jun 2026 13:13 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Tingginya kebutuhan pisang di Kabupaten Mimika, khususnya Kota Timika, menjadi peluang besar bagi petani di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Namun hingga saat ini, keterbatasan produksi dan sarana transportasi masih menjadi kendala utama dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Salah seorang distributor pisang asal Kaimana, Anton Namsau, mengungkapkan kebutuhan pisang di Timika saat ini diperkirakan mencapai 59 hingga 60 ton setiap bulan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dirinya bersama empat distributor lainnya rutin melakukan pengiriman sebanyak dua kali dalam sebulan.
“Setiap distributor sekali kirim hanya 6 ton, sehingga dalam sebulan totalnya 12 ton per distributor. Kalau ditotalkan, lima distributor bisa mengirim sekitar 60 ton,” kata Anton saat ditemui di Kawasan Krooy, Kaimana, Rabu (24/6/2026).
Meski demikian, jumlah pasokan yang dikirim dari Kaimana dinilai masih belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar di Timika. Menurut Anton, pihak distributor sebenarnya memiliki kemampuan untuk meningkatkan volume pengiriman. Namun, keterbatasan armada transportasi laut menjadi hambatan utama.
“Permintaan pasar lebih besar dari yang kami siapkan. Kami bisa menambah pasokan, tetapi terkendala armada transportasi dari Kaimana ke Timika,” ujarnya. Ia menjelaskan, selama ini pengiriman pisang hanya mengandalkan dua kapal Tol Laut, yakni Sabuk Nusantara 75 dan Sabuk Nusantara 79. Kondisi tersebut membuat ruang muat untuk komoditas pisang sangat terbatas.
“Kaimana merupakan pelabuhan terakhir menuju Timika. Kapal sudah penuh muatan dari Sorong, Seram, dan Fakfak, sehingga ruang untuk pisang sangat terbatas,” jelasnya. Karena itu, Anton berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian dan distribusi hasil perkebunan dengan menyediakan kapal perintis lokal yang dapat melayani rute Kaimana-Timika.
Menurutnya, keberadaan kapal khusus akan membantu meningkatkan volume pengiriman sekaligus memberikan keuntungan lebih besar bagi petani lokal. Selain itu, ia juga mendorong adanya kerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry agar tersedia layanan kapal ferry yang dapat mendukung distribusi komoditas pertanian dari Kaimana ke berbagai daerah tujuan pemasaran.
Di sisi lain, Anton mengakui kapasitas produksi petani pisang di Kaimana saat ini masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar Timika yang mencapai lebih dari 60 ton per bulan. “Kalau kebutuhan Timika rutin di atas 60 ton, petani kita belum mampu menyediakan sebanyak itu. Bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas pisang yang masih perlu ditingkatkan. Ini butuh sentuhan lebih dari pemerintah daerah,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat memberikan pendampingan kepada petani, baik dalam peningkatan produksi maupun kualitas hasil panen, sehingga komoditas pisang Kaimana mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Dengan potensi pasar yang besar di Timika, pengembangan sektor pertanian pisang di Kaimana dinilai dapat menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi masyarakat apabila didukung oleh infrastruktur transportasi dan pembinaan yang memadai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....