Solar Subsidi Jadi Pilihan Sopir Truck usai Dexlite Naik
- 07 Mei 2026 09:36 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Pemerintah resmi menaikkan sejumlah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai 18 April 2026. Salah satu yang mengalami kenaikan signifikan adalah BBM jenis Dexlite, dari sebelumnya Rp14.500 per liter menjadi Rp24.450 per liter.
Kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas para sopir dump truck di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Puluhan sopir kini memilih mengantri di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di kawasan Coa untuk mendapatkan BBM subsidi jenis solar yang dijual lebih murah, yakni Rp7.000 per liter.
Salah satu sopir dump truck, Bebu Temarwut (29), mengaku telah mengantri lebih dari satu jam sejak pukul 09.00 WIT demi memperoleh solar subsidi.
“Kami antri untuk isi solar, karena harga Dexlite mahal sekali. Kalau pakai Dexlite, biaya operasional jadi berat,” ujarnya saat ditemui di APMS Kampung Coa.
Menurut Bebu, pengisian solar subsidi hanya dapat dilakukan dua kali dalam sebulan dengan harga Rp7.000 per liter. Namun, kebutuhan operasional kendaraan setiap hari membuat para sopir tetap harus membeli Dexlite untuk menutupi kekurangan BBM. “Sekarang harga Dexlite sudah Rp24.000 per liter, sangat mahal bagi kami,” tambahnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang kendaraan dump truck dan pick up mengular hingga sekitar 300 meter ke area APMS. Meski antrean cukup panjang, proses pengisian BBM subsidi tetap berlangsung tertib dan tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan Coa.
Para sopir berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi karena dinilai sangat mempengaruhi biaya operasional angkutan dan distribusi barang di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....