Kadis DP3A Soroti Pentingnya LKI Pendidikan untuk Perempuan dalam Kepemimpinan

  • 13 Jan 2025 18:51 WIB
  •  Kaimana

KBRN, Kaimana : Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kaimana, Olivia Ansanay, SSTP MA, mengungkapkan pentingnya menciptakan Lingkungan Kerja yang Inklusif(LKI) untuk mendukung perempuan dalam meraih posisi kepemimpinan.

Dalam dialog interaktif di RRI, Olivia menjelaskan bahwa keberhasilan seorang perempuan dalam mencapai posisi pemimpin sangat dipengaruhi oleh adanya rasa saling menghormati dan kekompakan tim dalam organisasi.

Olivia menekankan bahwa kolaborasi yang baik dalam tim sangat penting, di mana lingkungan kerja yang inklusif akan memotivasi perempuan untuk mengeksplorasi potensi dan memaksimalkan kompetensinya. "Ketika perempuan melihat rekan sesama perempuan di posisi pemimpin dalam lingkungan yang inklusif, itu akan memberikan motivasi untuk mengasah kemampuan dan terus berkembang," ujar Olivia.

Selain itu, Olivia juga menyarankan agar diskriminasi dalam lingkungan kerja dapat diminimalkan, dan budaya kerja yang mendukung kesetaraan gender harus dibangun. "Setiap perempuan harus merasa dapat bersuara dan ada sistem yang responsif terhadap kebutuhan mereka. Kadang-kadang, perempuan merasa tidak berani menyuarakan hal-hal prinsip, meskipun mereka memiliki suara yang penting," katanya.

Olivia turut berbagi contoh tentang pengaduan kasus perlindungan perempuan dan anak di DP3A, di mana sering kali perempuan dan anak yang seharusnya berani menyampaikan masalah yang mereka hadapi, justru merasa terhambat oleh kurangnya keterbukaan dalam keluarga dan lingkungan kerja. "Lingkungan kerja yang inklusif dan terbuka akan membuat mereka lebih termotivasi untuk berbicara dan mengungkapkan potensi yang mereka miliki," ungkapnya.

Dalam kaitannya dengan pengembangan diri, Olivia juga menekankan bahwa pendidikan memainkan peran yang sangat penting bagi perempuan dalam mempersiapkan diri mereka sebagai pemimpin. Pendidikan, baik yang formal maupun informal, seperti pelatihan dan pengembangan kapasitas diri, harus terus dikejar untuk meningkatkan kompetensi dan persiapan menjadi seorang pemimpin. "Pendidikan sekuler saja tidak cukup, pengalaman dan pelatihan juga sangat penting untuk mempersiapkan perempuan menghadapi tantangan sebagai pemimpin," pungkasnya.

Dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung pendidikan serta pengembangan diri, Olivia berharap perempuan di Kabupaten Kaimana dapat memaksimalkan potensi mereka dan mencapai posisi kepemimpinan yang diinginkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....