Mitos dan Fakta Seputar Diet yang Perlu Diketahui

  • 01 Apr 2025 07:17 WIB
  •  Kaimana

𝑲𝑩𝑹𝑵, Kaimana: Memilih metode diet yang tepat bukan hanya soal mengurangi angka di timbangan, tetapi juga bagaimana seseorang bisa mempertahankan gaya hidup sehat dalam jangka panjang.

Perlu diketahui bahwa konsep dasar penurunan berat badan pada intinya adalah defisit kalori, yaitu energi yang masuk ke dalam tubuh harus lebih sedikit dibandingkan energi yang dikeluarkan.

Dalam menjalani program diet, hal lain yang perlu diperhatikan adalah nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Asupan nutrisi harus seimbang, sehingga organ-organ tubuh tetap dapat berfungsi optimal. Rasa enjoy juga merupakan sesuatu yang penting dan memengaruhi keberhasilan diet itu sendiri.

Dilansir dari SiloamHospitals.com berikut adalah beberapa mitos umum seputar diet beserta fakta yang sebenarnya:

1. Minum Kopi Bisa Menurunkan Berat Badan

Hal ini adalah fakta. Kopi adalah minuman yang mengandung kafein dan dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Dengan meningkatnya metabolisme, seseorang akan lebih mudah untuk menurunkan berat badan dan mengurangi lemak tubuh.

Dalam menjalani program diet, disarankan mengonsumsi kopi hitam tanpa tambahan gula. Akan tetapi, jika memiliki gangguan lambung atau gangguan irama jantung, hindari konsumsi kopi secara berlebih.

2. Mengunyah Lebih Lama Membuat Lebih Cepat Kenyang

Hal ini adalah fakta. Seseorang yang menjalani program diet sebaiknya mengunyah makanan sebanyak 30–40 kali sebelum menelan. Ketika seseorang mengunyah makanan lebih lama, otak akan mengirimkan sinyal ke tubuh bahwa makanan yang dikonsumsi sudah cukup sehingga dapat merasa lebih cepat kenyang.

3. Tidak Boleh Makan Nasi saat Program Diet

Hal ini adalah mitos. Meskipun sebagian orang yang sedang menjalani program diet menganggap nasi sebagai faktor utama dalam kenaikan berat badan, hal tersebut tidaklah benar.

Pada dasarnya, semua manusia membutuhkan makronutrien, yang salah satunya adalah karbohidrat. Kebutuhan karbohidrat per hari adalah sekitar 50–60%. Asupan karbohidrat yang cukup dapat membuat fungsi organ vital, seperti otak, jantung, dan sel darah merah tetap berfungsi dengan baik. Seseorang yang kekurangan karbohidrat dapat mengalami gangguan fokus.

4. Menahan Lapar dapat Menurunkan Berat Badan

Hal ini adalah mitos. Diet harus dilakukan dengan tetap memperhatikan pola makan dan nutrisi. Menahan lapar akan memicu organ-organ tubuh tidak bisa bekerja dengan optimal dan dapat menimbulkan keluhan kesehatan. Karena itu, carilah metode diet yang nyaman dilakukan untuk menghindari gangguan kesehatan.

5. Jangan Makan Malam Kalau Ingin Berat Badan Turun

Hal ini sebenarnya tergantung pada penerapannya. Pada prinsipnya, diet akan berhasil saat terjadi defisit kalori. Apabila tidak makan malam namun mengonsumsi makanan berlebih saat pagi sampai sore hari, berat badan tetap saja tidak turun.

Untuk mengatasinya, disarankan untuk makan malam terakhir 3–4 jam sebelum tidur. Pasalnya, mengonsumsi makanan dekat dengan waktu tidur akan mengganggu proses penyerapan nutrisi. Bahkan, saat bangun tidur esok harinya, perut mungkin akan terasa tidak nyaman, seperti timbulnya rasa nyeri di area ulu hati.

6. Diet Bebas Makan Apa pun, yang Penting Olahraga

Hal ini adalah mitos. Sebuah kiasan mengungkapkan bahwa “nutrition is a king, and exercise is a queen”. Pada dasarnya, pola diet dan olahraga tidak bisa dipisahkan, karena kedua hal tersebut saling melengkapi. Ketika sedang menjalani program weight loss, tidak hanya olahraga yang perlu dilakukan, tetapi pola makan juga perlu dijaga.

7. Gemuk itu Genetik

Hal ini adalah mitos. Faktor genetik memang berpengaruh terhadap berat badan, namun hanya sekitar 20–30% saja. Sisa 70%–80% akan dipengaruhi oleh gaya hidup atau lifestyle yang dijalani sehari-hari individu.

Pada prinsipnya, jagalah pola hidup dengan mengonsumsi makanan yang sehat dengan aktif berolahraga.

Rekomendasi Berita