Awal Mula Lahirnya Paskibra Indonesia: Jejak Sejarah Pengibar Sang Saka
- 13 Agt 2026 13:26 WIB
- Kaimana
Poin Utama
- Paskibra bermula pada tahun 1946 ketika Presiden Soekarno memanggil Major (Laut) Husein Mutahar untuk menyiapkan upacara pengibaran Bendera Pusaka menjelang peringatan HUT ke-1 RI.
- Gagasan pembentukan Paskibra lahir di Yogyakarta yang menjadi ibu kota darurat Republik Indonesia karena situasi keamanan di Jakarta tidak kondusif akibat agresi militer Belanda.
- Kehadiran barisan pemuda pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) memiliki rekam jejak sejarah yang erat kaitannya dengan dinamika perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
RRI.CO.ID, Kaimana - Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) merupakan salah satu tradisi penting dalam setiap perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadiran barisan pemuda-pemudi yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka ini tidak lahir begitu saja, melainkan memiliki rekam jejak sejarah yang erat kaitannya dengan dinamika perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dirangkum dari beberapa sumber di antaranya dari situs wikipedia berikut sejarah singkat kehadiran Paskibra Indonesia.
Gagasan Awal di Ibu Kota Darurat
Sejarah Paskibra bermula pada tahun 1946, ketika ibu kota Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta karena situasi keamanan di Jakarta yang tidak kondusif akibat agresi militer Belanda. Menjelang peringatan HUT ke-1 RI, Presiden Soekarno memanggil salah satu ajudannya, Major (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan upacara pengibaran Bendera Pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta.
Husein Mutahar memiliki gagasan bahwa pengibaran bendera pusaka sebaiknya dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air. Gagasan ini didasari oleh keinginan untuk menyatukan semangat generasi muda Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Namun, karena kondisi perang yang tidak memungkinkan untuk mendatangkan pemuda dari seluruh wilayah Indonesia saat itu, Mutahar hanya bisa menunjuk lima orang pemuda (tiga putri dan dua putra) yang sedang berdomisili di Yogyakarta sebagai perwakilan Nusantara. Jumlah lima orang tersebut melambangkan lima sila dalam Pancasila.
Perkembangan dan Pembentukan Formasi Unik
Setelah situasi nasional membaik dan ibu kota kembali ke Jakarta pada tahun 1950, tugas pengibaran bendera di Istana Merdeka sempat diserahkan kepada para mahasiswa dan pelajar.
Baru pada tahun 1967, Husein Mutahar yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dipanggil kembali oleh Presiden Soeharto untuk menyusun tata cara pengibaran bendera. Di sinilah Mutahar mengembangkan gagasan barunya dengan menciptakan formasi khusus pasukan pengibar yang terbagi menjadi tiga kelompok melambangkan tanggal kemerdekaan RI (17-8-45):
- Kelompok 17: Berperan sebagai pemandu/pengawal.
- Kelompok 8: Berperan sebagai inti pembawa dan pengibar bendera.
- Kelompok 45: Berperan sebagai pasukan pengawal dari unsur TNI/Polri.
Pada periode 1967 hingga 1972, anggota pengibar bendera tersebut dinamakan Pasukan Pengerek Bendera.
Perubahan Nama Menjadi Paskibraka
Istilah "Paskibraka" (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) baru resmi dicetuskan pada tahun 1973 oleh Idik Sulaeman, seorang pakar pembinaan pemuda yang juga rekan kerja Husein Mutahar.
Kata Pas bermakna pasukan, Kibra bermakna pengibar bendera, dan Ka bermakna pusaka. Seiring berjalannya waktu, sebutan ini berkembang menjadi dua tingkatan: Paskibraka untuk tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota (yang mengibarkan bendera pusaka/duplikat dalam upacara resmi kemerdekaan), serta Paskibra untuk pasukan pengibar di tingkat sekolah atau instansi umum.
Dari lima orang pemuda di Yogyakarta pada tahun 1946 hingga menjadi formasi 17-8-45 yang kokoh, Paskibra bukan sekadar petugas upacara. Lahirnya Paskibra adalah cerminan dari semangat persatuan, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air yang diwariskan kepada generasi muda Indonesia hingga hari ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....