Sang Saka Merah Putih dan Jasa Besar Fatmawati

  • 03 Agt 2026 11:59 WIB
  •  Kaimana
Poin Utama
  • Bendera Merah Putih yang pertama dikibarkan pada Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 adalah hasil karya Ibu Fatmawati Soekarno.
  • Ibu Fatmawati, lahir dengan nama Fatimah di Bengkulu pada tahun 1923, merupakan istri dari Presiden Soekarno dan memiliki peranan penting dalam momen bersejarah kemerdekaan.
  • Kebutuhan mendesak akan bendera pusaka untuk menegakkan kedaulatan bangsa mendorong Ibu Fatmawati untuk menciptakan Bendera Merah Putih yang menjadi simbol identitas nasional Indonesia.

RRI.CO.ID, Kaimana - Bendera Merah Putih bukan sekadar lambang negara yang berkibar di tiang-tiang tinggi setiap tanggal 17 Agustus. Di balik Sang Saka yang pertama kali dikibarkan pada hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, tersimpan cerita penuh haru dari tangan seorang wanita hebat: Ibu Fatmawati Soekarno. Dirangkum dari berbagai sumber salah satunya dari situs wikipedia berikut sekilas kisah sang saka merah putih dan jasa besar Fatmawati.

Lahir dengan nama Fatimah di Bengkulu pada tahun 1923, beliau adalah istri dari Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno. Menjelang detik-detik kemerdekaan, muncul kebutuhan mendesak akan sebuah bendera pusaka yang akan dikibarkan untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

Kisah penjahitan bendera ini dilakukan dalam situasi yang penuh keterbatasan dan emosi yang mendalam. Saat itu, Fatmawati tengah hamil tua dan kerap dilanda kondisi fisik yang kurang sehat. Meskipun demikian, dengan ketulusan dan rasa cinta yang besar kepada tanah air, beliau tetap duduk di mesin jahit jinjit miliknya.

Bahan kain merah dan putih tersebut didapatkan dari bantuan seorang pemuda bernama Chairul Basri, yang membawanya dari gedung Hokokukai (pusat kebudayaan Jepang). Kain katun halus bermutu tinggi itu dijahit dengan penuh kehati-hati oleh Fatmawati selama dua hari berturut-turut menjelang 17 Agustus 1945. Air mata kerap menetes di sela-sela jahitannya, mencerminkan rasa haru, doa, dan harapan agar kemerdekaan benar-benar bisa diraih oleh bangsa Indonesia.

Bendera hasil jahitan tangan beliau inilah yang kemudian berkibar untuk pertama kalinya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, saat pembacaan teks Proklamasi. Karena nilai sejarah dan perjuangannya yang sangat tinggi, bendera pusaka tersebut kini disimpan dengan pengamanan khusus di Monumen Nasional (Monas) setelah masa baktinya digantikan oleh bendera duplikat demi menjaga keawetannya.

Jasa Ibu Fatmawati menjahit Sang Saka Merah Putih menjadi bukti nyata bahwa kaum perempuan memiliki peran sentral dan tidak ternilai dalam lembaran sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....