Kabut Asap Ancam Penerbangan, UPBU Kaimana Ingatkan Warga
- 17 Sep 2026 16:46 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian serius bagi sektor penerbangan di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Kondisi tersebut dapat menurunkan jarak pandang pilot dan berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Utarom Kaimana, Juprianto Pali, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Imbauan itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Pelabuhan Umum Kaimana, Kamis 17 September 2026.
Juprianto mengatakan, asap yang muncul dari pembakaran dapat menyebar hingga kawasan bandara. Ketika jarak pandang menurun, kondisi tersebut berpotensi mengganggu operasional penerbangan sekaligus meningkatkan risiko terhadap keselamatan pengguna jasa udara.
“Kalau untuk kabut asap ini kami sangat terganggu sekali, karena visibility atau jarak pandang pilot terhadap bandara ini berkurang. Dan ini akan sedikit banyak mengancam keselamatan penerbangan,” ujar Juprianto.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak awal dengan menghindari segala bentuk aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla. Masyarakat diminta tidak membakar hutan, lahan maupun material lain yang dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar.
“Kami mengimbau masyarakat, tolong jangan bakar-bakar apa pun, termasuk hutan. Dampaknya sangat besar dan bisa membahayakan penerbangan,” katanya.
Juprianto menilai persoalan kabut asap tidak hanya menjadi ancaman bagi daerah yang selama ini dikenal rawan Karhutla seperti Kalimantan dan Sumatera. Papua juga perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kebakaran terjadi di sekitar wilayah yang memiliki jalur penerbangan.
“Jangan ikut-ikutan membakar hutan karena kabut asap ini bukan cuma di Kalimantan dan Sumatera, tetapi sudah menyebar di Papua,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Kaimana menjaga kelestarian alam dengan menghindari pembakaran terbuka. Upaya tersebut dinilai penting agar lingkungan tetap terlindungi sekaligus memastikan aktivitas warga dan layanan transportasi udara berlangsung aman serta tidak terganggu asap.
Bagi Juprianto, menjaga lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan publik. Karena itu, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah Karhutla sekaligus menjaga konektivitas udara Kaimana tetap berjalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....